Yuk Belajar Kreasikan Hasil Hutan Bersama Program Studi Tertua di Indonesia Ini

Mediabogor.co, BOGOR – Pengembangan teknologi hasil hutan bukan hanya pada kayu tetapi juga Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Inovasi teknologi hasil hutan merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya alam Indonesia. Tentunya, teknologi yang dikembangkan merupakan buah dari kerja keras sumber daya manusianya yang kompeten.

Hal ini sesuai mandat Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University yang mengampu Program Studi Teknologi Hasil Hutan (THH) dalam mencetak lulusan yang unggul dalam mengelola dan meningkatkan nilai tambah sumber daya hutan.

Ketua Departemen Hasil Hutan, Dr Deded Sarip Nawawi menyebutkan THH tak hanya unggul sebagai prodi pertama dan tertua di bidang teknologi hasil hutan di Indonesia, THH juga telah terakredatasi A BAN-PT sejak tahun 2006 dan memperoleh Akreditasi Internasional dari The Society of Wood Science and Technology (SWST) Amerika di tahun 2015. Departemen Hasil Hutan tertua di Indonesia ini memiliki fokus pada pengembangan bidang keilmuan dan teknologi hasil hutan yang mencakup teknologi peningkatan mutu hasil hutan, biokomposit, kimia hasil hutan, rekayasa dan desain bangunan kayu, serta manajemen industri hasil hutan.

“Lulusannya juga diharapkan dapat menjadi technosociopreneur di bidang hasil hutan. Nantinya akan muncul wirausahawan yang memanfaatkan inovasi-inovasi baru produk hasil hutan,” ujarnya.

Menurutnya, target dan pengembangan prodi THH ke depan adalah peningkatan daya saing global lulusan dan rekognisi program studi melalui penguatan kerjasama dalam negeri dan penegakan kerjasama internasional.

Dr Deded menyebutkan bahwaTHH memiliki kepercayaan diri dan kapasitas yang unggul baik secara sumber daya dosen dan fasilitasnya untuk mendukung target tersebut. Tenaga dosen yang dimiliki berjumlah 23 dan sebagian besar telah bergelar doktor dan profesor. Keilmuan dosennya pun amat kompeten, terlebih lagi dosen-dosennya telah banyak berperan di tingkat nasional dan internasional. Setiap tahun sekitar 45-50 publikasi bereputasi internasional dihasilkan oleh dosen THH.

Departemen Hasil Hutan membawahi 5 divisi yakni Divisi Teknologi Peningkatan Mutu Kayu, Divisi Biokomposit, Divisi Kimia Hasil Hutan, Divisi Rekayasa dan Disain Bangunan Kayu, serta Divisi Manajemen Industri Hasil Hutan.
“Kegiatan tri darma difasilitasi oleh divisi-divisi tersebut, terutama dalam inovasi produk untuk mencapai efisiensi pemanfaatan hasil hutan dengan konsep keberlanjutan. Hal tersebut penting mengingat mutu kayu yang kian hari kian menurun sehingga diperlukan inovasi yang dapat meningkatkan kualitas produk-produk hasil hutan. Selain itu inovasi dalam pemanfaatan sumberdaya hutan  juga mendorong multi industri berbasis biomaterial hutan seperti biokomposit, pulp-kertas, furniture, energi terbarukan, farmasi, kosmetik, kimia bahan alam, produk nano teknologi, dan produk rekayasa biomaterial hutan lainnya,” imbuhnya.

Menurutnya, divisi-divisi ini dirancang secara komprehensif sehingga dapat menjawab pengembangan keilmuan dan industri, sehingga dalam pengembangan THH ke depan untuk memenuhi tantangan tersebut ada  tiga kunci yakni inovasi, diversifikasi, efisiensi dan sustainabiliti.
Demi mendukung kapasitas lulusan yang kompeten serta meningkatkan daya saing lulusannya, program studi THH juga memiliki beberapa program pengembangan mahasiswa. Contohnya adalah kerjasama internasional dengan Tanabe Foundation of Japan hingga program pertukaran pelajar serta joint-seminar dengan Universiti Putra Malaysia, Kasetsart University Thailand, KNU Korea Selatan. Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka juga turut didorong dengan peningkatan kerjasama nasional dan internasional dengan perguruan tinggi dan industri untuk memfasilitasi  pembelajaran mandiri dan  menumbuh kembangkan minat dan bakat  kewirausahaan mahasiswa di bidang industri hasil hutan.

“Ke depan kerja sama multi institusi di dalam dan luar negeri menjadi penting, contohnya mahasiswa akan didorong untuk magang,” sebutnya.

Dalam mendorong pelaksanaan pendidikan dan penelitian yang baik, Departemen Hasil Hutan juga memfasilitasi mahasiswanya dengan laboratorium sesuai keilmuan di divisi, workshop wood working, termite laboratory. Tahun akan dirintis laboratorium terpadu industri hasil hutan. Perancangan laboratorium terpadu tersebut untuk mendukung program IPB University mencapai Techno-socio-entrepreneurial University.

Terkait dengan pemanfaatan hasil hutan, tantangan mahasiswa dan lulusan THH yakni mampu meningkatkan nilai tambah produk hasil hutan dan mampu menciptakan produk sesuai perkembangan jaman. Selain itu mereka juga harus dapat memenuhi permintaan masyarakat dan meningkatkan efisiensi penggunaan dan pemanfaatan hasil hutan. Peran Departemen Hasil Hutan menjadi amat strategis dalam menciptakan peluang-peluang yang dikembangkan melalui inovasi produk. (Red)

Berita Terkait

Berikan Komentar