Warga Sindangsari Bogor Buat Alat Pelindung Diri Berupa Masker
Warga Sindangsari Bogor Buat Alat Pelindung Diri Berupa Masker
Mediabogor.id, BOGOR- Berbagai cara yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Bagaimana yang dilakukan, Eny Wulan, Istri lurah sekaligus ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Bogor Timur. Membuat inovasi dan motivator untuk membuka ekonomi baru dengan memperdayakan warganya membuat Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker.
“Ini awalnya ada laporan dari RW bahwa banyak warga yang meminjam kepada bank keliling hingga online, akhirnya kita berinisiatif untuk melakukan pelatihan menjahit,” Eni kepada Mediabogor.id, saat di temui di RT/RW. 04/01, Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Rabu (9/9/20).
Ia mengatakan, kebetulan di RW 01 ini ada tempat kursus menjahit yang memiliki mesin jahit dan bahan kain yang tidak terpakai dari pada mubazir, kami akhirnya membuat sesuatu yang bisa menghasilkan bagi masyarakat disini.
“Saya berharap dengan adanya pelatihan ini, Ibu-ibu disini bisa menambah pengahsilan untuk keluarhanya dan terhidar dari bank keliling,” paparnya.
Selain itupun Eni menjelaskan, Karena ini baru 3 kali pertemuan allahamdulillah antusias warga sangat bagus, sekarang ada sekitar 15 orang warga yang mengikuti kegiatan ini, mereka ada yang baru belajar hingga ada yang sudah mahir juga.
Ditahap awal ini alhamdulillah sudah ada pesanan untuk 200 masker. Walaupun tidak ada pemesana kita tatap produksi tapi untuk selanjut nya kita akan membuat sarung bantal, celemek dan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
“Untuk sementara kita fokuskan di RW 01 tidak menutup kemungkinan kita lakukan juga di RW lain yang berada di areal kelurahan Sindang Sari,” ujarnya.
Sementara itu Tuminah pemilik konveksi sekaligus donatur, kalau memang untuk masyarakat apapun kita akan sediakan dari mesian, bahan percak kita siapkan yang penting bermanfaat.
Tempat ini tadinya tempat kursus menjahit dari tahun 1994 hingga pada tahun 2012 kita buka konfeksi. Makanya kain percak ini limbah dari konfeksi lalu, dengan situasi seperti ini jadi tidak produksi lagi,
Dengan adanya kegiatan ini limbah kain percak saya jadi bermanfaan di buat masker oleh ibu lurah dan kawan-kawan,
“Kalau mesin kita punya sekitar 50, untuk kegiatan kali ini berapa saja kita siapkan tinggal yang mau ikut kegiatannya ini aja ada berapa tinggal pakai,” kata dia.
“Saya berharap ingin mengangkat ekonomi masyarakat disekitar sini. Semoga warga disini ada tambahan penghasilan di kegiatan ini,” imbuhnya. (Nick)
Berikan Komentar