Vaksin Tahap Kedua, Dedie A Rachim : Tidak Ada Hal yang Perlu Dikawatirkan
Vaksin Tahap Kedua, Dedie A Rachim : Tidak Ada Hal yang Perlu Dikawatirkan
Mediabogor.id, Bogor- Wakil Walikota Bogor Dedie Rachim bersama unsur forkompinda melakukan penyuntikan vaksinasi tahap kedua di Puskesmas Tanah Sareal Kota Bogor, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat.
“Pelaksanaan vaksinasi tidak ada hal yang perlu dikawatirkan,” ungkap Dedie A Rachim Wakil Walikota Bogor yang didampingi Walikota Bogor Danrem, Kapolresta, Dandim, Dandenpom, Kajari dan Kepala Pengadilan.
“Artinya tidak ada efek samping yang membahayakan tidak perlu yang dikhawatirkan semua fungsi berjalan dengan baik aman dan sehat,” kata dia.
“Dan mudah-mudahan masyarakat tidak ada perlu ada keraguan untuk bersama sama nanti pada waktunya datang ke tempat tempat yang di siapkan oleh pemerintah untuk mendapatkan vaksin,” ujarnya
Menurut Dedie, saat ini memang prioritas adalah kepada Tenaga Kesehatan (NAKES) Kota Bogor. Dari jumlah 9.560 yang terdaftar di sistem informasi Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan mendapatkan droping dari pusat 9.150 vaksin.
“Alhamdulillah Sampai hari ini sudah 50 persen yang sudah di suntik vaksin untuk khusus Tenaga Kesehatan (NAKES). Tetapi dari data kami ternyata dari 9.560 itu setalah di filter ternyata banyak menjadi penyintas, banyak juga yang mempunyai komorbit,” papar dia.
“Jadi artinya tidak perlu ada droping baru dari pemerintah pusat khusunya untuk Tenaga Kesehatan di Kota Bogor dan bisa di manfaatkan untuk masyarakat yang lain.”papar dedie
Dedie mengatakan, tentunya kesiapan pelayanan di 63 titik fasilitas kesehatan untuk penyuntikan vaksinasi ke depan dapat memberikan pelayan terhadap TNI Polri termasuk juga PNS dan ASN yang langsung melayanin publik.
“Dan kita menunggu instruksi lebih lanjut untuk waktu pelaksanaan dan droping vaksinasi dari pemerintah pusat.”katanya
Sementara dalam pelaksanaan vaksin tahap dua ini yang dirasakan sejauh ini tidak merasakan apa-apa bahkan saya lancar aman lebih tenang tensi lebih aman.
“Jadi pas yang pertama memang kisaran tensinya agak tinggi karena memang waktu itu belum tau. Alhamdulillah setelah di berikan contoh juga kepada pak presiden jadi kita lebih kopiden lagi,”pungkasnya. (Andi)
Berikan Komentar