Trase Batutulis Capai 78 % Ditargetkan Rampung Akhir Oktober, Pemkot Siapkan Uji Coba
Mediabogor.co, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor terus mematangkan pembangunan trase baru Jalan Batutulis yang ditargetkan dapat digunakan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Bogor pada Rabu (7/10/2026), progres pembangunan trase tersebut kini telah mencapai 79 persen.
Meski masih terdapat deviasi sekitar dua persen dari target pekerjaan, Dedie optimistis pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal pada akhir Oktober 2026.
“Capaian sudah di 79 persen, artinya deviasi dua persen. Alhamdulillah, mudah-mudahan sesuai dengan target di akhir bulan Oktober ini bisa selesai 100 persen,” kata Dedie.
Menurut Dedie, penyelesaian trase Batutulis menjadi salah satu pekerjaan penting yang tengah dikebut Pemkot Bogor. Jalur tersebut diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menunjang pelaksanaan Porprov Jawa Barat 2026.
Namun, Dedie menegaskan bahwa setelah pembangunan fisik selesai, trase tersebut tidak langsung dibuka secara penuh. Pemkot Bogor akan terlebih dahulu melakukan uji coba untuk memastikan keamanan dan kesiapan jalur.
Sejumlah fasilitas pendukung seperti rambu lalu lintas, penerangan jalan dan perlengkapan lainnya juga masih harus dilengkapi sebelum trase digunakan masyarakat.
“Kalau dilalui kan kita ada semacam uji coba. Kemudian melengkapi rambu-rambu, lampu dan lain sebagainya. Ada beberapa proses, makanya tidak perlu langsung diresmikan, justru diuji cobakan dulu,” ujarnya.
Selain memastikan kesiapan jalur, Pemkot Bogor juga tengah menata kawasan di sekitar trase baru. Dedie meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera menangani bangunan yang berada di bagian ujung trase untuk kemudian ditata menjadi ruang terbuka hijau.
Kawasan tersebut direncanakan terhubung dengan area Leuweung Batutulis. Penataan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis kawasan yang berada di tebing dan memiliki potensi pergerakan tanah.
Dedie mengingatkan agar pemilihan tanaman dilakukan secara cermat. Menurutnya, tanaman dengan akar yang terlalu kuat berpotensi memengaruhi struktur tebing maupun dinding konstruksi underpass.
“Kalau ditanami dengan tanaman keras dengan akar yang menancap kemudian nanti mempengaruhi dinding TPT-nya underpass, kan ini juga risiko,” jelasnya.
Untuk itu, Pemkot Bogor akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait dalam menentukan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi kawasan. Sementara area di depan dan sekitar Istana Batutulis akan diarahkan menjadi kawasan yang lebih hijau dengan penanaman pepohonan.
Di sisi lain, Dedie juga memastikan aspek keselamatan underpass menjadi perhatian sebelum trase tersebut dibuka untuk umum. Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan terkait kondisi underpass Batutulis.
Hal itu dilakukan karena pengelolaan underpass berada dalam kewenangan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
“Saya ingin memastikan nanti pas dibuka menjelang Porprov kondisinya sudah aman, sudah bisa dilalui, dan tentu juga bukan hanya untuk kegiatan Porprov saja, tetapi juga untuk masyarakat,” tegasnya.
Dedie menyebut, pembukaan trase Batutulis nantinya juga berpotensi menjadi bagian dari rangkaian agenda Gubernur Jawa Barat saat berkunjung ke Kota Bogor. Selain penutupan Porprov dan rencana pembukaan trase, terdapat agenda rapat koordinasi mengenai infrastruktur dan transportasi antarwilayah di Jawa Barat.
Pemkot Bogor berharap penyelesaian trase baru tersebut tidak hanya memberikan alternatif konektivitas bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat penataan kawasan Batutulis sebagai salah satu kawasan yang memiliki nilai sejarah dan daya tarik di Kota Bogor.
“Jalan tembus lagi, kemudian juga kita sudah punya taman yang indah lagi di Bogor yang menjadi kebanggaan Kota Bogor, bersebelahan dengan Istana Batutulis, dengan Museum Pajajaran. Kemudian juga ada trase baru, pemandangannya indah. Ini anugerah buat Kota Bogor,” pungkas Dedie.
Berikan Komentar