Tol BORR Seksi IIIA Siap Kejar Target
mediabogor.com, Bogor – Pembebasan lahan dan relokasi utilitas untuk proyek pembangunan Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi IIIA ditargetkan selesai pertengahan 2019. Pengelola jalan dari PT Marga Sarana Jabar (MSJ) sudah menjadwalkan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada 15 November 2018.
Direktur Utama PT MSJ, Hendro Atmodjo mengatakan, tanggal 15 November 2018 itu, sudah tidak bisa mundur lagi karena ini, masuk proyek strategis nasional yang harus tersambung dengan jalan tol Antasari-Depok tahun 2021.
“Itu kan harus tersambung dengan Antasari-Depok. Pekerjaan dimulai dari lahan di tengah Jalan Raya Kemang dekat persimpangan Jalan Soleh Iskandar Kota Bogor. Sehingga tidak perlu menunggu pembebasan lahan selesai. Pembebasan lahan itu, khusus untuk akses keluar-masuk jalan layang,” ungkapnya kepada awak media usai rapat dengan Pemkot Bogor pada Selasa (16/10/18).
Hendro melanjutkan, akses keluar-masuk jalan layang dirancang di empat lokasi wilayah Kelurahan Kayu Manis dan Cibadak Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor.
“Pembebasan lahan juga untuk pelebaran jalan dan penataan persimpangan Jalan Raya Kemang-Semplak,” tambahnya.
Hendro menjelaskan, biaya pembebasan lahan merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun, Hendro juga mengakui pemerintah belum bisa menyediakan dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN).
“Sehingga, perusahaannya harus menalangi biaya sekitar Rp1,5 triliun agar proses pembebasan sesuai jadwal awal,” jelasnya.
Hendro juga mengatakan, perkembangan pada tahap persiapan diantaranya telah menyelesaikan penetapan lokasi dari Gubernur, analisis dampak lalu lintas dan analisis dampak lingkungan.
“Sekarang mulai inventarisasi tanah. Kedua, sedang lelang kontraktor dan konsultan pengawas,” tuturnya.
Meski harus menanggung biaya pembebasan lahan, Hendro mengaku telah memperhitungkan alokasi anggaran untuk konstruksi. Asalkan, pemerintah pusat dapat menepati janji membayar dana talangan tersebut tahun depan.
“Pembangunan jalan layang sepanjang 2,85 kilometer itu, menghabiskan anggaran sekitar Rp1,3 triliun. Proyek kali ini, menyambungkan jalan layang sebelumnya di dekat persimpangan Jalan Soleh Iskandar hingga persimpangan Jalan Raya Kemang perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor,” bebernya.
Ia juga menjabarkan, tantangannya saat ini, lebih kepada penyelesaian utilitas menyesuaikan dengan rencana pembangunan jalan layang. Relokasi jaringan kabel, pipa air dan gas diakui kerap terkendala anggaran dari pemilik utilitas tersebut.
“Padahal kami dikejar 12 bulan harus selesai. Mudah-mudahan nanti kami koordinasi agar tidak menghambat. Makanya kami bertemu lebih awal. Saya memastikan tahapan yang dilalui masih sesuai jadwal terbaru. Meski, awalnya pembangunan direncanakan mulai pertengahan 2018,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat menyerahkan seluruhnya kepada pihak pengelola jalan tersebut. Pemerintah daerah setempat diakui hanya mendukung lewat peraturan wali kota yang mengatur relokasi dan penggantian pohon di lokasi proyek.
“Tidak lagi nanti ada cerita pihak lain membuli terbadap pembangunan ini. Karena suka tidak suka pohon yang ada harus tidak ada, tapi diganti dengan 12 pohon. Setelah menemui pihak pengelola jalan, saya memastikan pohon yang ada akan dipindahkan sementara selama pembangunan tersebut,” pungkasnya. (Nick)
Berikan Komentar