Ternyata Akbar Suami Kedua Indria, Berikut Kisah Perjalanan PNS BNN Ini

Mediabogor.com, Bogor – Kematian pegawai Diklat BNN Lido, Indria Kameswari, ternyata menarik perhatian beberapa publik. Dari simpang siur kematiannya, hingga tersebarnya rekaman antara Indiria dan Akbar sebelum tragede pembunuhan. dan baru – baru ini terkuak, bahwa pelaku yang ternyata adalah suami korban bernama Muhammad Akbar merupakan suami dari pernikahan kedua Indria.

Hal ini dikonfirmasi pihak keluarga yang enggan disebutkan namanya. keluarga Indria memberi keterangan bahwa Akbar adalah suami kedua Indria. Keduanya saling berkenalan melalui Facebook dan menikah sekitar tahun 2012.

“Indria kenal Akbar cuma dari Facebook, dan keluarga Akbar sangat tertutup,” ujar pihak keluarga Indria.

Baca juga : HEBOH, INI REKAMAN SEBELUM PNS BNN BOGOR DIBUNUH, ALASANNYA HANYA KARENA GENGSI

Dari pernikahan pertama, Indria memiliki seorang anak laki-laki yang sering dipanggil Bibran oleh keluarga. Indria dan suami pertama berpisah sejak anak pertama mereka balita. Sementara dari pernikahan kedua dengan Akbar, Indria memiliki seorang balita berusia 3 tahun bernama Muti. Kabarnya pihak keluarga masih melakukan diskusi terkait pengasuhan kedua anak Indria.

Indria ditemukan tewas oleh anaknya di rumahnya di Perumahan River Valley, Bogor, Jawa Barat. Wanita berusia 38 tahun tewas ditembak oleh sang suami Akbar, Jumat (1/9).

Peristiwa ini mengejutkan warga di sekitar perumahan, terlebih ketika kabar tewasnya Indria ini dilaporkan oleh anaknya yang masih berusia 3 tahun.

Tetangga yang kaget, kemudian masuk ke dalam rumah Indria. Mereka kaget menemukan wanita berkerudung tersebut sudah tergeletak dengan posisi tengkurap di dalam rumah dengan luka tembak di bagian punggung.

Baca juga : MIRIS, PNS CANTIK ASAL BOGOR DIBUNUH OLEH SUAMI SAAT HARI RAYA IDUL ADHA

Penyelidikan pun dilakukan polisi, bekerja sama dengan BNN, tempat Indria bekerja. Tak butuh waktu lama, pada tanggal 3 September sekitar pukul 23.00 WIB, pelaku berhasil ditangkap oleh tim gabungan dari Polres Kabupaten Bogor, BNN dan Polda Kepulauan Riau, di kawasan Batam.

Pelaku membawa fotokopi KTP Abdul Malik Aziz. Namun nama aslinya adalah Muhammad Akbar. Baik keluarga maupun tetangga Indria menyebut Akbar bekerja sebagai kontraktor.

 

 

(sumber:kumparan.com)

Berita Terkait

Berikan Komentar