Tak Kenal Hari Raya, Hanya Bisa Berjualan Demi Tuntutan Hidup

mediabogor.com, Bogor – Tak semua orang merasakan euforia perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. Hal itulah yang dialami Ayu Wulandari. Di tanggal 17 Agustus, saat orang lain ramai bergembira mengikuti aneka lomba dan mengejar hadiah, Ayu malah mengesampingkan keceriaan di masa mudanya dengan berjualan makanan ringan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari harinya.

Ayu menjual cemilan makanan berupa gorengan peyek setiap hari mulai jam 11.00 sampai jam 14.00 WIB. Ia mengaku, berjualan seusai pulang sekolah. Saat ini, kata Ayu, ia baru duduk di kelas 7 pada sebuah sekolah swasta di wilayah Kabupaten Bogor.

Saat berjualan, ia ditemani oleh neneknya. Ia kadang berjualan di dua lokasi yang berbeda. Terkadang di simpang lampu merah depan Lippo Plaza Keboen Raya Bogor atau di sekitaran Tugu Kujang, Kota Bogor.

Setiap hari Ayu membawa 100 bungkus peyek untuk djual. Peyek itu, ia jual Rp15 ribu per dua bungkus. Ia mengaku, keuntungan yang didapat dari menjual peyek perbungkusnya sebesar Rp2 ribu perak. Hasilnya itu, sebagian ia tabung untuk biaya sekolah sebagian lagi diberikan kepada neneknya untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Suminem, nenek Ayu mengatakan, Ayu telah tinggal bersamanya sejak kedua orangtua Ayu meninggal. Saat itu, Ayu masih berusia 4 tahun. Sekarang dia sudah duduk di bangku SMP. Selepas pulang sekolah, dia rela dan ikhlas membantu dirinya berjualan demi memenuhi kebutuhan sehari hari.

“Sekolahnya memang tidak bayar, akan tetapi untuk beli buku dan lainya kita harus bayar sendiri, karena dia sekolahnya di swasta. Saya cuma bisa mendoakan di sekolahnya dia pintar, berprestasi dan cita-citanya menjadi dokter tercapai,” ucap nenek kelahiran tahun 1955 ini. (*/Nick)

Berita Terkait

Berikan Komentar