STS Siap Sejahterakan Rakyat Bila Jadi Walikota Bogor

mediabogor.com, Bogor – Sugeng Teguh Santoso (STS), Bakal Calon Walikota ini siap melayani dan mensejahterakan rakyatnya jika nanti pada Pemilahan Kepala Daerah (Pilkada) untuk Pilwalkot Bogor 2018 – 2022, terpilih. Hal itu ia sampaikan disela – sela acara menghadiri buka puasa bersama ratusan advokat yang tergabung dalam Peradi, Senin (12/6/2017).

“Saya sudah turun berpuluh-puluh tahun di masyarakat sebagai aktivis, ternyata masyarakat banyak yang kecewa dengan praktek politik oleh elite politik. Oleh karena itu, saya masuk kedalam kontestansi politik di pilkada 2018 dengan paradigma yang berbeda, yaitu paradigma politik melayani rakyat, tidak basa basi dan yang kedua tidak dengan chek kosong,” ujarnya kepada awak media.

STS menjelaskan, di tahun 2012 lalu dirinya sudah membangun LBH Keadilan Bogor Raya dan kedepan akan membangun Pondok Pesantren. Artinya, dengan ada hal itu dia sungguh-sungguh untuk melayani masyarakat, jika dirinya terpilih pada Pilwalkot 2018 nanti.

“Trek rekor saya hampir 30 tahun dipenuhi dengan pembelaan kepada kasus-kasus rakyat, ada kelompok-kelompok minoritas yang di diskriminasi ketika merayakan nasyuro mereka dilarang, kemudian ada pembantu rumah tangga yang disandera dan saya turun disana untuk membebaskan mereka, bahkan yang menyandera di proses pidana. Selain itu, keluhan-keluhan para budayawan dan aktivis pemerhati tentang pembangunan di Kota Bogor, salah satunya hotel Amarosa dan saya terlibat disana,” jelasnya.

Selain itu, sambung Sugeng, Kota Bogor ini membutuhkan kepemimpinan yang visioner atau yang bernyali dan kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat. Maka itu, Ia memiliki visi untuk membangun Kota Bogor yang berkeadilan sosial. Tak hanya itu, dilereng-lereng Kota Bogor setiap tahun penduduknya hidup di bawah rasa ketakutan longsor dan itu belum diselesaikan dengan baik, tidak ada perencanaan bagaimana masyarakatnya hidup dengan nyaman.

“Jadi, dengan visi membangun Kota Bogor yang berkeadilan sosial, maka segala program sosial, seperti kesehatan, kesejahteraan masyarakat, tenaga kerja akan bisa ditangani dengan baik, karena didalamnya ada anggaran APBD yang seharusnya digunakan untuk rakyat, pro rakyat,” pungkasnya. (AW).

Berita Terkait

Berikan Komentar