foto:rangga

Sidak Pendatang Baru, Disdukcapil Catat Ada 3ribu Pendatang Banjiri Kota Bogor

mediabogor.com, Bogor – Pasca Hari Raya Idul Fitri, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor melakukan operasi sisir penduduk di Kota Bogor, kali ini dilakukan di Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara dengan sasaran rumah kontrakan dan kos-kosan. Ternyata benar, ditemukan beberapa pendatang yang belum terdata di Disdukcapil Kota Bogor pada  Selasa (4/7).

Meski Kota Bogor bukan destinasi tujuan para pendatang, tapi Kota Bogor menjadi tempat transit para penduduk desa yang akan mengadu nasib ke kota tempat kawasan industri dan yang luas lapangan pekerjaan seperti Kabupaten Bogor, Jakarta, Bekasi dan Depok.

Ini juga untuk mengantisipasi adanya pelaku kriminal ataupun teroris yang berdiam diri di wilayah Kota Bogor tepatnya kontrakan ataupun kos-kosan. Disdukcapil juga meminta aparat wilayah proaktif memberdayakan RT dan RWnya untuk melakukan pendataan dan benar-benar melaporkan kalau ada pendatang.

Kepala Diadukcapil Kota Bogor, Dody Ahdiat mengatakan, dimulai hari Senin (3/7) dilakukan pendataan penduduk pendatang pasca lebaran, karena ini menjadi isu nasional setiap sesudah Idul Fitri akan ada penduduk pendatang di setiap daerah perkotaan.

“Penduduk ada urbanisasi dan sebagainya, kami sudah 3 tahun berjalan pendataan ini. Pendataan ini bertujuan memberikan kenyamanan bagi semua masyarakat Kota Bogor. Banyak penduduk yang tinggal di Kota Bogor tapi tidak mau berpindah ke sini,” ungkapnya disela giat operasi.

Foto:Rangga

Dody menjelaskan, hal ini untuk antisipasi teroris ataupun pelaku kriminal yang menetap di Kota Bogor, operasi ini juga pengawasan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Disdukcapil mempunyai kewajiban mendata penduduk Kota Bogor sehingga ada kejalasan.

“Kami jadi memiliki data penduduk permanen dan non permanen. Kami antisipasi Kota Bogor adanya teroris, kami lakukan pendataan satu bulan dilapangan 2 sampai 3 minggu tergantung spot yang didatangi. Akhir Juli sudah terlihat hasilnya, ada 15 titik yang akan didatangi,” tuturnya.

Penghobi golf ini juga menuturkan, setelah 3 tahun berjalan, hasil pendataan ini Kota Bogor bukan tujuan utama para pendatang. Tetapi hanya untuk transit selama 2 sampai 3 bulan. Hal ini penting agar mengetahui mobilisasi penduduk di Kota Bogor.

“Data 3000 lebih penduduk pendatang, banyak yang berdagang dan bersekolah di Kota Bogor. Kalau tidak berniat pindah ke Kota Bogor sangat dimungkinkan, hanya sebatas pengawasan dan pengendalian,” bebernya.

Ada kewajiban pendatang lapor dari tingkat RT sampai ke kelurahan, nantinya diberikan surat keterangan sudah dilakukan pendataan penduduk non permanen.

“Nanti kami cari nama singkatnya agar masayarakat mudah memahami,” tutupnya.

 

Rangga Firmansyah

Berita Terkait

Berikan Komentar