Si-Antik Ajak Masyarakat Berantas DBD

Mediabogor.co, BOGOR – Pelaksanaan Inovasi SI-Antik Ajak Masyarakat Babakan Pasar Bergerak Aktif dalam Pemberantasan Nyamuk di Wilayah Babakan Pasar.

Di tengah meningkatnya Kasus DBD di Kota Bogor Sebuah inovasi menarik sedang dilakukan di Puskesmas Kota Bogor salah satunya di Puskesmas Belong Kelurahan Babakan Pasar Kecamatan Bogor Tengah, Dikenal sebagai Sistem Informasi Jumantik atau (SI-Antik), inovasi ini bertujuan untuk mempermudah pelaporan hasil pemantauan jentik dalam Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J), ini adalah sebuah program yang bertujuan untuk memerangi penyakit DBD yang ditularkan oleh nyamuk, Sabtu (16/02).

Listya Noor Fitria Dali AMKL menjelaskan, SI-Antik yang digagas oleh Tenaga Sanitasi Lingkungan di UPTD Puskesmas Belong ini bertujuan untuk mempermudah jumantik (Juru Pemantau Jentik) untuk melaporkan hasil pemantauan. Dengan adanya SI-Antik, Sambung Listya, Warga Babakan Pasar kini dapat secara mandiri melaporkan temuan sarang nyamuk atau area yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk melalui sistem yang mudah diakses.

“Alhamdulillah Inovasi SI-Antik telah membuka pintu bagi partisipasi aktif warga dalam memerangi penyakit Demam Berdarah (DBD) yang ditularkan oleh nyamuk. Melalui sistem ini, kami dapat secara lebih cepat dan efisien mengidentifikasi area-area yang memerlukan tindakan pencegahan,” ungkap Listya Noor Fitria Dali, AMKL.

Namun Upaya pemberantasan nyamuk bukan lagi menjadi tugas eksklusif tenaga kesehatan, Lanjut Listya, tetapi telah menjadi tanggung jawab bersama bagi seluruh masyarakat, Dengan SI-Antik ini lah warga Babakan Pasar diajak untuk menjadi bagian dari solusi dalam menjaga kesehatan lingkungan.

“Ya salah satunya dengan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik atau (G1R1J) ya, Dalam hal ini tidak hanya tentang pemberantasan nyamuk semata, tetapi juga tentang meningkatkan kesadaran akan pentingnya sanitasi lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu dalam keterangan Terpisah, Kepala UPTD Puskesmas Belong, Dr. Mardianto mengatakan, pihaknya menyambut baik upaya yang dilakukan melalui SI-Antik ini dengan Gerakan 1 rumah 1 Jumantik.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi ini karena memberikan dampak positif yang besar dalam upaya pemberantasan nyamuk dan peningkatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan,” ujar Kapus Mardianto sapaan akrabnya,” terangnya.

“Dengan semangat inovasi dan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan Masyarakat, pelaksanaan inovasi SI-Antik ini membuktikan bahwa langkah kecil seperti ini dapat membawa perubahan besar dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (Ery)

Berita Terkait

Berikan Komentar