
Seren Taun dan Muharram 1448 H, Desa Girimulya, Menjaga Warisan Leluhur Ditengah Arus Modernisasi
Mediabogor.co,BOGOR – Tradisi Upacara Adat Seren Taun dan Muharram 1448 H, di Kampung Leuweung kolot, Desa Girimulya, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor berlangsung meriah di halaman Kantor Desa Girimulya.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bagian dari sistem nilai yang hidup dan terus dijaga oleh masyarakat adat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi sekaligus penguatan identitas budaya dan adat istiadat sunda.
Upacara adat Sereun taun dan Muharram 1448 H, Kampung Leuweung Kolot, Desa Girimulya, Kecamatan Cibungbulang dikenal sebagai salah satu pusat pelestarian adat dan budaya yang hampir tiap tahunnya di Desa Girimulya.
Keberadaan kasepuhan ini mencerminkan kesinambungan antara tradisi leluhur dengan kehidupan masyarakat masa kini. Di mana nilai-nilai kearifan lokal tetap dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan sosial dan menjaga keseimbangan dengan alam.
Dalam perspektif kajian budaya, Seren Taun memiliki makna simbolik yang kuat. Ritual ini menjadi media transmisi nilai antar generasi, sekaligus sarana memperkuat kohesi sosial masyarakat adat. Di tengah derasnya arus modernisasi, eksistensi tradisi seperti ini menjadi penting untuk menjaga identitas lokal agar tidak tergerus perubahan zaman.Selain itu, pengakuan pemerintah terhadap Kasepuhan Girimulya menunjukkan adanya ruang legal bagi masyarakat adat untuk mempertahankan sistem budaya dan wilayah adatnya.
Hal ini sejalan dengan amanat konstitusi, khususnya Pasal 18 B ayat (2) UUD 1945, yang mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat.
Dalam kesempatanya kepala Desa Girimulya Mardiman menegaskan ” Bahwa pelaksanaan Seren Taun bukan hanya agenda budaya, tetapi juga bentuk komitmen dalam menjaga amanah leluhur. Seren Taun adalah warisan yang tidak boleh putus. Ini bukan hanya tentang tradisi, tetapi tentang menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai-nilai yang diwariskan oleh para karuhun” Tegasnya
Lebih lanjut Mardiman menambahkan” Saya juga berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar lebih memahami akar budaya mereka sendiri, sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat adat dan pemerintah dalam upaya pelestarian budaya. Dengan digelarnya Seren Taun Kasepuhan Girimulya diharapkan nilai-nilai kearifan lokal tetap lestari dan mampu menjadi benteng dalam menghadapi tantangan globalisasi yang semakin kompleks. “Tambahnya. (Agil).
Berikan Komentar