Satgas Covid-19 Akan Lacak Kontak Erat Dengan Target 15 Orang Positif Teridentifikasi
Mediabogor.co, BOGOR – Wali Kota Bogor, Bima Arya menargetkan dalam tiga hari sebanyak 15 orang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 wajib sudah teridentifikasi. Target ini disampaikan menyusul hasil tracing kontak erat dari pasien Covid-19 di wilayahnya terbilang masih rendah untuk saat ini.
Menurut Bima dalam masa perpanjangan PPKM Level 4 saat ini adalah melakukan testing dan tracing dengan target 1:15 dalam waktu 72 jam. Artinya, berhasil melacak maksimal sebanyak 15 orang yang sempat melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19.
Kemudian, memperkuat pengawasan pasien isolasi mandiri (Isoman), agar jangan sampai ada perburukan sehingga pasien harus dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pertolongan.
“Jadi untuk tracing kita akan perkuat dengan target yang lebih tajam, 1×24 jam terkonfirmasi positif harus diisolasi,” kata Bima Arya kepada wartawan, Rabu (4/8/2021).
“Kemudian 1×72 jam 15 orang kontak erat sudah diidentifikasi, kemudian dilakukan tindakan di swab antigen,” sambungnya.
Lebih lanjut kata Bima, penguatan tim tracing juga nantinya akan dibantu dari TNI/Polri untuk penajamannya. Karena, kondisi di lapangan saat ini, pihaknya hanya baru mampu melacak enam hingga delapan kontak erat dari satu pasien positif Covid-19.
“Sangat sulit emang. Nanti kita dibantu juga oleh rekan-rekan dari TNI/Polri untuk memperkuat tim tracingnya,” ujarnya.
Sementara itu, sebanyak 200 personil TNI/Polri Kota Bogor siap memperkuat tim tracing Covid-19 Kota Bogor. Dengan rincian, sebanyak 132 anggota Polresta Bogor Kota dan 68 anggota Kodim 0606 Kota Bogor. Ratusan anggota itu disebar di 68 kelurahan Kota Bogor.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menuturkan, ratusan anggota itu dilibatkan untuk menambah sekira 300 personil tracing di Kota Bogor.
“Artinya saat ini di setiap kelurahan ada 2 anggota polisi dan 1 anggota TNI untuk membantu tracing kontak erat,” katanya.
Susatyo memastikan, petugas tracing dari Polri dan TNI memiliki kemampuan yang sama dengan petugas tracing dari dinas kesehatan. Setelah dilakukan pembekalan, petugas tracing TNI Polri juga menggunakan apikasi input data yang sama.
“Kita gunakan aplikasi yang sama denga Dinkes yaitu si lacak. Kita terus memonitor baik yang by data atau yang lapangan. Kita cek di setiap kelurahan,” ujar Susatyo.
Terpisah, Dandim 0606 Kota Bogor, Kolonel inf Roby Bulan menutukan, setiap Babinsa atau Babinkabtimas melakukan tracing di setiap kelurahan. Adapun tracing dari kontak erat pasien positif lalu malalui aplikasi data itu diteruskan ke tingkat kecamatan.
“Kita pun mengedukasi agar kontak erat itu mulai melakukan karantina atau isolasi, juga menjalankan prokes. Selanjutnya, kita suplai obat-obatan dan vitamin,” kata Dandim. (Andi)
Berikan Komentar