Salah Input Data Jadi Penyebab Perbedaan Angka Kematian Covid-19
Mediabogor.co, BOGOR – Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor akhirnya angkat suara, soal perbedaan data angka kematian pasien covid-19, antara data Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor dengan data pada Laman Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar).
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, dr. Dedi Syarif mengaku, perbedaan tersebut terjadi lantaran kesalahan memasukkan data antara data satu dengan lainnya.
“Kami punya tiga basis data untuk covid-19, jadi antara satu sama lain ada kesalahan input, yang membuat antara data satu dengan lainnya berbeda,” katanya, Selasa (02/02/2021).
Kekeliruan tersebut terjadi, lantaran pada proses memasukkan data petugas salah mencentang kolom yang tersedia.
“Seharusnya data yang terkonfirmasi positif diceklisnya di kolom konfirmasi, tapi ini diceklisnya di kolom meninggal. Itu yang membuat data berbeda,” jelasnya.
Satgas Kabupaten tengah menindaklanjuti perbedaan data tersebut ke provinsi dan pusat. Bahkan pihaknya juga melakukan penarikan data sementara untuk kemudian merevisi data tersebut.
Ia mengklaim, data terakurat yakni merujuk pada data Satgas Kabupaten, bukan Pikobar. “Sebenarnya yang benar yang 81 pasien meninggal, data Satgas. Pikobar salah,” ucapnya.
Untuk diketahui, berdasarkan data Pikobar, secara keseluruhan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Bogor mencapai 5.885 kasus. Dalam perwatan atau isolasi 989 orang, dan 4.592 orang sembuh.
Dengan catatan kasus meninggal sebanyak 304, Kabupaten Bogor menduduki peringkat pertama sebagai daerah di Jawa Barat dengan angka kematian tertinggi dibanding daerah.
Sementara jika melihat data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor per Minggu malam, jumlah kasus terkonfirmasi positif sebanyak 7.862 kasus. Dengan status konfirmasi aktif sebanyak 566 kasus, konfirmasi meninggal 81 kasus, dan konfirmasi senbuh sebanyak 7.209 kasus. (Faisal)
Berikan Komentar