Rekasaya Arus Lalulintas Sempur, Dinilai Berlebihan
mediabogor.com – Rekayasa lalulintas yang diberlakukan di Sekitaran Sempur, Kelurahan Sempur, Bogor Tengah, sepertinya menuai pro dan kontra. Sebab, kebijakan Pemerintah setempat yang melarang kendaraan roda empat dan roda dua untuk masuk di Wilayah tersebut dinilai berlebihan oleh beberapa Warga Bogor.
Rahmawati, salah satu Warga Bogor mengutarakan kekecewaannya terhadap peraturan ini, dirinya menilai rekayasa lalulintas ini hanya membuat ketidaknyaman bagi sebagian Warga Bogor.
”Inikan fasilitas umum, ada lapangan Sempur, Taman Ekspresi, dan taman – taman lainnya. Sekarang kalau harus ditutup namanya bukan fasilitas umum donk, jadi fasilitas pribadi. Jauh juga kan kalau kita harus parkir di Balaikota, Lippo, dan tempat lainnya. Jadi saya rasa rekayasa ini harus perlu dipertimbangkan kembali,” keluh Rahmawati kepada mediabogor.com.
Hal serupa pun dilontarkan oleh Adrian, Warga Bogor yang kerap kali mengunjungi Lapangan Sempur ini. Adrian mengungkapkan, dengan adanya kebijakan ini, membuat aktifitas sebagian Warga Bogor menjadi terbatas.
”Dulu saya bebas kalau mau ke Sempur, sekarang lapangannya aja gak boleh diinjak. Jadi percuma donk, ditata rapih hanya untuk ajang selfie foto saja, fungsi Lapangan Sempur jadi bergeser kalau gitu. Katanya Taman untuk mempersatu Masyarakat dan keluarga, kalau dibatasi gini, orang jadi males buat ke Sempur,” tandasnya.
Menurut informasi yang didapat dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Kawasan Sempur ditutup pada hari Sabtu di waktu 17.00 WIB – 24.00 WIB dan Minggu pada pukul 06.30 WIB – 10.00 WIB.
Berikan Komentar