Puncak Peringatan Hari Jadi KRB, LIPI Luncurkan Seri Prangko 34 Provinsi
mediabogor.com, Bogor – Sebagai bentuk komitmen yang tinggi dalam konservasi anggrek di Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI) melalui Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) Kebun Raya atau kerap disebut Kebun Raya Bogor (KRB), akan meluncurkan prangko seri anggrek 34 provinsi. Peluncuran prongko sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2018 jelang perayaan puncak 200 tahun atau dua abad Kebon Raya Bogor
Kepala PKT Kebun Raya LIPI, Didik Widyatmoko mengatakan, dalam usia yang menjelang dua abad, KRB terus menunjukkan kiprahnya sebagai lembaga konservasi flora Indonesia dari ancaman kepunahan. Salah satu contoh upaya menjaga flora dari ancaman kepunahan adalah pada spesies anggrek.
“Kami memiliki rumah dan laboratorium anggrek dengan koleksi terlengkap di Indonesia. Ada sekitar 500 spesies dari total 5.000 spesies anggrek kawasan Malesia di Kebun Raya Bogor ini,” ungkapnya saat konferensi pers pada Jum’at (12/5) pagi.
Didik melanjutkan, status konservasi beragam anggrek yang ada di Kebun Raya Bogor sebagian besar adalah langka atau terancam kepunahan dalam kategori IUCN Red Data Book. Berbagai jenis anggrek tersebut ditemukan dari hutan-hutan alam di Indonesia dimana sekarang hutan juga terancam keberadaannya.
“Langkah konservasi penting yang terus dilakukan saat ini yakni dengan melakukan penemuan spesies baru, perbanyakan bibit, menggali manfaat serta reintroduksi ke habitat asal anggrek. Kami juga merangkul para stakeholders terkait, seperti Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI), PT. Pos Indonesia, dan PT. Martina Berto Tbk,” ucapnya.
Didik mengatakan, usaha konservasi dapat pula ditandai dengan dokumentasi jenis kekayaan anggrek di Indonesia lewat prangko. Momentum peringatan dua abad Kebun Raya Bogor kali ini, pihaknya juga menggandeng PT Pos Indonesia dan pihak terkait untuk meluncurkan seri prangko kekayaan anggrek Indonesia. Jenis anggrek yang dijadikan prangko dipilih berdasarkan asal atau area distribusinya serta keberadaan anggrek tersebut di Kebun Raya Bogor.
“Prangko dua abad Kebun Raya Bogor seri 34 anggrek provinsi Indonesia merupakan lanjutan prangko ‘Negara Kesatuan RI dalam Puspa’ yang digagas oleh Megawati Soekarno Putri saat meresmikan Griya Anggrek 2002,” bebernya.
Menurutnya, salah satu prangko anggrek yang akan diluncurkan pada saat peringatan ulang tahun ke-200 tahun Kebun Raya Bogor adalah Coelogyne marthae. Anggrek ini merupakan hasil eksplorasi dari Katingan, Kalimantan Tengah pada 2013 yang dilakukan oleh tim peneliti Kebun Raya Bogor dengan dibantu berbagai pihak terkait lain.
“Saat ini, Kebun Raya Bogor memiliki lima spesimen Coelogyne marthae yang ditempatkan di rumah kaca anggrek serta 30 dalam botol semai,” pungkasnya. (AW)
Berikan Komentar