Ponpes Al Fatah : Kami Belum Yakin Kalau Itu Banker Zaman Belanda
mediabogor.com, Bogor – Terkait penemuan penjara bawah tanah, pihak Pondok Pesantren Al Fatah akhirnya memberikan keterangan. Dalam keterangannya, pihak Pengelola Pondok Pesantren belum bisa menyakini apakah itu penjara bawah tanah era belanda atau bukan. Pasalnya, tidak ada tanda – tandanya bahwa itu adalah penjara bawah tanah dari zaman Belanda.
“Buktinya belum kuat bahwa itu penjara bawah tanah. Ada warga yang bilang bawah itu adalah saluran air, masih belum jelas dan harus perlu diteliti lagi,” ucap Pimpinan Pondok Pesantren Al – Fatah KH. Habibullah kepada mediabogor.com, saat ditemui di Pondoknya di Jalan Raya Kreteg, Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor, Jumat (12/5).
Dia pun sedikit menceritakan kronologis penemuan banker atau penjara bawah tanah yang diduga sudah ada pada zaman Belanda tersebut.
“Itu tuh sebenarnya lagi mau dibikin mesjid, nah kemarin tiga hari yang lalu tukang bangunan sedang menggali untuk membuat pondasi,” lanjutnya.
Habibullah pun menjelasakan, bahwa di dalam ruangan tersebut sangat sempit.
“Kemarin tuh ada santri yang masuk, ternyata ruangan sangat sempit, kiri – kanannya mentok ga ada apa – apa,” ucapnya.
Sementara itu, tempat banker tersebut oleh pihak pesantern Al – Fatah sudah di tutup dengan pondasi. Dengan tujuan mempercepat pembangunan Masjid.
“Antisipasinya kita tutup lah, soalnya kita juga ingin mempercepat masjid yang berukuran 11 X 14 segera cepet selasai,” pungkasnya. (AW)
Berikan Komentar