Pilih Calon Sekda Kota Bogor, Bima Arya Akan Shalat Istikharah

Pilih Calon Sekda Kota Bogor, Bima Arya Akan Shalat Istikharah

Mediabogor.id, BOGOR- Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto akan memilih Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor melalui hasil Panitia Seleksi (Pansel) lelang terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Sekda Kota Bogor dan dengan melakukan shalat istikharah meminta petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa (YME). Meski begitu Bima juga telah mempunyai pertimbangan apabila ketiga calon hasil Pansel terpilih.

“Luar biasa hasil pansel ini karena ada dari Kemendagri, provinsi dan para akademisi. Saya sangat merujuk hasil pansel ini. Tetapi saya juga akan menentukan pilihan hasil dari shalat istikharah,” ujar Wali Kota Bogor Bima Arya kepada wartawan di rumoh kupi, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal pada Rabu (23/9/20) sore.

Bima melanjutkan, dirinya juga ada satu pertimbangan dengan meminta masukan dari teman-teman media perihal pandangan tiga orang yang masuk tiga besar hasil pansel.

“Ini sebagai pertimbangan pandangan tetapi mudah-mudahan hasil shalat istikharah saya sama dengan pandangan teman-teman wartawan,” tambahnya.

Diketahui, teman-teman media Kota Bogor mayoritas mendukung Wali Kota Bogor Bima Arya memilih calon internal Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bogor, meski kencang isu bahwa satu-satunya calon eksternal Sekda Kota Bogor dari Kabupaten Bogor Syarifah Sofiah Dwikorawati calon terkuat dengan nilai tertinggi hasil pansel. Tetapi Bima Arya tidak menilai dari segi nilai untuk jabatan Sekda, tetapi lebih kepada chemistry serta bisa menutupi celah dari pasangan Bima Arya dan Dedie A Rachim.

Tetapi pasangan Bima-Dedie menjamin apapun nanti keputusannya akan bisa membuat kondusifitas ASN Kota Bogor terjaga meski harus mengimpor pejabat. Bahkan disebutkan nanti dimasa akan datang Kepala Dinas bisa dari umum tidak melulu harus ASN.

Sebelumnya, Ketua Pansel JPT Pratama Sekda Kota Bogor, Aba Subagja mengatakan, terimakasih telah diberikan kepercayaan oleh Wali Kota Bogor sudah menjadi Pansel JPT Pratama Sekda Kota Bogor untuk melakukan tahapan seleksi terbuka dan kompetitif.

“Saya kira ini suatu mekanisme yang dijalankan sesuai peraturan perundang-undangan, posisi wali kota disini sebagai pejabat pembina kepegawaian yang memiliki kewenangan untuk mengangkat, memindahkan dan memberhentikan sesuai UU,” ungkap Aba kepada wartawan didepan Balai Kota Bogor.

Aba melanjutkan, peserta yang sudah mendaftar enam orang karena JPT Pratama ini ada persyaratan khusus. Kemudian sampai terakhir masih enam orang mengikuti tahapan, kemudian mekanismenya digunakan peringkat nilai berurut. Dari enam, diakhir tadi ada satu orang mengundurkan diri karena pertimbangan-pertimbangan lebih kepada pribadi tidak ada aspek-aspek lain, salah satunya pertimbangan dari keluarga.

“Pak wali maupun pansel tidak bisa memaksakan, karena aspek keluarga menjadi aspek pendukung luar biasa mensuport keberhasilan seseorang dan itu hak pribadi yang bersangkutan. Kemudian tadi dilakukan rapat pleno dan dilaporkan ke pak wali kota. Dilaporkan perjalanan tahapan-tahapan dilakukan secara terbuka dan transparan ada dua Professor, dari BKN, Kemendagri dan Provinsi sehingga komplit semua. Tadi dilakukan pengolahan, sudah mengerucut tiga calon dan itu sudah disusun sesuai abjad. Dari tiga tidak ada persoalan nilai, bukan ini lebih tinggi ini lebih rendah, tidak ada itu,” bebernya.

Aba menegaskan, tiga nama ini sudah tiga terbaik, sehingga nanti dengan pertimbangan tertentu pak wali memilih satu dari tiga itu. Nanti secara resmi sesuai tahapan diumumkan dan pengumuman tiga calon ini melalui website. Nanti ada laporan secara khusus setelah ada pengumuman ini.

“Diumumkan di website supaya rakyat Kota Bogor bisa melihat tiga besar tiga orang ini. Wujud transparansi dari pemilihan sekda kota Bogor. Setelah ini tugas kami sebagai pansel sudah selesai tinggal kewenangan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) (wali kota-red) sesuai UU 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara,” tegasnya.

Saat ditanya nama peserta yang mengundurkan diri, Aba menyebutkan atas nama Denny Mulyadi. Aba membeberkan, bahwa kemarin Denny masih mengikuti tahapan seleksi tapi di detik-detik terakhir pada Kamis 27 September 2020 pukul 16.00 WIB Denny memberikan surat pengunduran diri ditandatangani dan bermaterai. Walaupun diaspek lain penting kompetisi ini tapi lebih kepada pribadi.

“Untuk surat ke pansel disampaikan pak Denny ke sekretariat Pansel dikantor BKSDM Kota Bogor. Sementara itu walaupun dalam masa pandemi Covid-19, seleksi bisa berjalan baik dengan protokol kesehatan ketat. Pak wali ingin semua dilalui secara maksimal. Ada pembobotan data, kemudian nanti akan muncul nilai. Kalau peserta ratusan dilakukan sistem gugur. Dalam seleksi kali ini, nilai beda tipis-tipis karena mereka sudah merasakan posisi eselon II b dua kali,” imbuhnya. (Nick)

Berita Terkait

Berikan Komentar