Personel Gabungan Siap Amankan Mudik Lebaran
Mediabogor.co, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor bersama Polresta Bogor Kota dan TNI menggelar Apel Pasukan Operasi Terpusat Ketupat Lodaya 2022, di Alun-alun Kota Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Jumat (22/4/2022).
Bima Arya mengatakan, Pemerintah memberikan kelonggaran kepada masyarakat untuk dapat merayakan dan berkumpul bersama keluarga, kegiatan mudik juga tidak dilarang dan tidak ada penyekatan di jalur-jalur lintasan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
“Kebijakan untuk tidak melarang masyarakat melakukan perjalanan mudik telah ditanggapi euforia. Ini terbukti dari survei litbang Kemenhub, diprediksi sekitar 85,5 juta masyarakat akan melaksanakan mobilitas selama lebaran, terkonsentrasi di Jawa dan Bali,” ujar Bima.
Ia menuturkan, walaupun kondisi pandemi sudah relatif terkendali, dimana tingkat penularan sudah di bawah angka satu namun, tetap pandemi belum selesai.
Menurut Bima, menjelang lebaran dan mudik pun vaksinasi booster tidak lantas berhenti alias akan terus berlanjut. Saat ini Kota Bogor sudah mencapai 50 persen.
“Ketersediaan pangan juga sejauh ini tidak ada kelangkaan yang cukup berarti, kecuali harga-harga yang naik seperti biasa di bulan Ramadhan dan minyak curah atau minyak kemasan yang masih diatas rata-rata. Kita monitor terus jalur distribusinya.” katanya.
Bima juga juga sudah mengijinkan shalat eid. Oleh karena itu, Pemkot bersama Ketua MUI akan menerbitkan aturan yang lebih teknis, sebagai panduan sekaligus sosialisasi ke warga dan jamaah untuk melaksanakan shalat eid secara tertib baik di masjid maupun di lapangan.
“InsyaAllah kita akan merencanakan shalat eid di pusat kota bersama para pimpinan dan juga masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, sebanyak 900 personil gabungan, dari Pemkot, Kodim dan Polres akan melakukan operasi ketupat lodaya. Operasi ini pengamanan akan dilakukan pada 22 april.
“Ada empat aspek yang menjadi objek operasi, yang pertama adalah aspek kesehatan, aspek kelancaran, aspek keamanan dan aspek ekonomi yang harus diperhatikan,” ucap dia
Susatyo menjelaskan, tentang kesehatan masih terus digencarkan vaksinasi booster yang saat ini ada sekitar 70 sentra vaksin. Kemudian aspek kelancaran, pihaknya menyiapkan tujuh pos pengamanan termasuk pos yang terpusat yakni di Baranangsiang untuk melancarkan kegiatan-kegiatan masyarakat. Aspek keamanan, pihaknya akan melakukan patroli-patroli dan RT RW juga akan menjaga lingkungannya.
“Terakhir aspek ekonomi, kami memastikan bahwa tidak ada panic buying, semua kebutuhan bisa dipenuhi, dan kita akan terus berkolaborasi dengan pusat atau bulog, jika memang ada kondisi-kondisi yang memang langka di lapangan,” tandasnya. (Andi)
Berikan Komentar