Perbaikan Pipa Transmisi Akibat Proyek Doubel Track Selesai
Mediabogor.co, BOGOR – Kebocoran pipa transmisi air baku 1.000 milimeter (mm) yang terjadi di jalur Intake Ciherang Pondok-IPA Dekeng, dipastikan sudah rampung, namun normalisasi harus menunggu sampai pasokan dan kualitas air normal.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan menjelaskan, kronologis pipa bocor transmisi air baku 1.000 mili meter (mm) di jalur Intake Ciherang Pondok-IPA Dekeng ini berawal dari adanya pengerjaan eskavator proyek double track.
“Saat pengerjaan ada material batu menimpa air valve yang berfungsi untuk mengeluarkan angin di dalam punggungan pipa, kemudian air menyembur, kami prediksi hanya batangnya saja yang kena, karena tertimpa,” ungkap Rino didampingi Direktur Teknik (Dirtek) Ardani Yusuf dan Direktur Umum (Dirum) Rivelino Rizky saat meninjau.
“Setelah di cek ternyata yang terkena sambungan ke pipa patah. Kemudian petugas teknik dilapangan melakukan dua skema rencana perbaikan dan diambil yang tercepat,” katanya.
Menurut Rino, untuk menghentikan skema tercepat, pihaknya membuat klem sedel yang dimodifikasi, pembuatan sekitar enam sampai delapan jam. Perbaikan sudah selesai, kemudian aliran sudah dibuka secara bertahap., namun kondisi terkini setelah aliran dibuka debit air bertambah menjadi 730 liter per detik serta dengan membuang angin yang berada di pipa parcaperbaikan.
“Diharapkan IPA Dekeng kembali berproduksi normal 2.000 liter per detik. Setelah berproduksi normal, air bersih akan dialirkan ke reservoir Cipaku 4.000 M3 dan 9.000 M3, Pajajaran 12.000 M3 dan Merdeka 5.000 M3. Pasokan air akan normal secara bertahap dalam 2-3 hari ke depan,” katanya.
Lebih lanjut, mantan Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor itu, memastikan bahwa pengerjaan perbaikan saluran pipa transmisi air yang mengalami kebocoran di jalur Intake Ciherang Pondok-IPA Dekeng telah selesai dilakukan.
Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Ardani Yusuf ketika pengerjaan perbaikan kebocoran pipa, terus memantau di lokasi kebocoran tersebut. Ardani menyebut kebocoran tersebut menyebabkan reservoir milik Perumda Tirta Pakuan kosong, untuk itu dirinya akan berupaya untuk mengisi kembali agar terisi penuh dan dapat mengalirkan air ke warga.
“Harus membuka skur-skur, karena sudah banyak terjebak udara di dalam pipa dan reservoir. Kemungkinan akan mengalir dua sampai tiga hari kedepan,” jelasnya.
Ardani mengakui akibat dari kebocoran pipa tersebut berdampak besar bagi pelanggan yang tersebar di Kecamatan Tanah Sareal, Bogor Barat dan sebagian Kecamatan Bogor Selatan dengan total sekitar 70.000 pelanggan.
“Karena itu cukup berat tugas kita, harus membagi tim hampir menyebar ke seluruh wilayah Kota Bogor, karena posisi teman harus membuka skur-skur dipipa distribusi,” katanya.
Reservoir yang kosong, kata dia, ada di reservoir Pajajaran 4.000 M3 dan reservoir Merdeka dengan kapasitas 9.000 M3.
“Semua sudah kami siapkan dalam hal perbaikan, tapi namanya rencana pasti ada kendala, seperti hujan turun dan ada part (bagian) yang harus dipotong. Saat ini air sudah bisa dialirkan ke WTP Dekeng. Sudah mengalir 1.200 liter per detik,” imbuhnya. (Red)
Berikan Komentar