Penertiban PKL di Kebon Kembang, Rusly : Kami Bersama Tim Dewan Sudah Berencana Ambil Langkah
Penertiban PKL di Kebon Kembang, Rusly : Kami Bersama Tim Dewan Sudah Berencana Ambil Langkah
Mediabogor.id, BOGOR- Rusli Prihatevy Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor angkat bicara terkait penertiban sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di area pinggiran Pasar Kebon Kembang, Jalan Dewi Sartika.
“Kami bersama tim dewan sudah berencana untuk mengambil langkah berkenan dengan surat-surat yang masuk dari Pemkot Bogor,”ungkapnya kepada Mediabogod.id, Kamis (21/01/2021).
Kata Rusli, dengan diadakannya audensi dan itu, tidak hanya di Nyi Raja Permas saja, akan tetapi ada beberapa yang berkaitan dengan para PKL seperti di wilayah Curug Mekar dan lainnya.
“Tepatnya pada tanggal 12 waktu hari Kamis lalu, kami mendapatkan surat tersebut, dan langsung ditindak lanjuti untuk pertemuan audensi dengan mereka pada tanggal 19 hari Senin kemarin,” kata dia.
“Nah mereka memang ke kita meminta informasi berkenaan dengan keberadaan yang hari ini mereka hadapkan yang perlu di pindahkan ke blok F,” kata Ketua DPD Partai Golkar periode 2020-2025.
Tapikan persoalannya begini, lanjut Rusli, dirinya pahami ini bukan zaman nya saat di Dewi Sartika pindah ke Nyi Raja Permas, itukan perlu proses penyesuaian dan ada keluhan-keluhan mereka, terus juga di Nyi Raja Permas posisinya seperti demikian adanya.
Kalaupun hari ini dipindahkan ke blok F, kesulitan mereka juga akan cepat berkenan dengan pemulihan ekonomi, saat mereka berjualan dalam posisi konsumen yang sepi dan mereka pun harus berpindah lokasi, apalagi situasi Covid begini yang jadi dasar utama ia lah berkenan dengan masalah DP hampir kurang lebih 30 juta, mungkin itu yang menjadi kendala mereka.
“Nah kita ingin tau sebenar benarnya kronologi nya yang ada posisi di lapangan dari keluhan terus juga ke adaan situasi sulit seperti ini. Memang harusnya ada solusi dari hal tersebut,” ujatnya.
Akan tetapi masih kata Rusli, kita juga tidak akan menyalahkan berkenaan dengan PD Pasar karena mereka juga berkomitmen,” jelasnya.
Komitmen nya begini. Mereka itu kemarin merenovasi terus juga bangun pasar dalam situasi Covid mengejar target ini juga sebetulnya untuk kebaikan para pedagang tersebut.
Hanya saja yang tidak tepat karena ke adaaan waktu yang memang para pedagang ini, kerana menang mata pencaharian nya juga terbatas konsumen nya juga istilah nya menurun, “Nah ini kan yang tidak ketemu,” bebernya.
Kita harus bisa juga menjadi solusi untuk mereka maka dari itu langkah kita, Insya Allah nanti pada tanggal 27 nanti, kita akan menyegerakan untuk panggil pihak kecamatan dan PD pasar hingga selanjutnya panggil juga Dinas UMKM.
“Yah memang ada informasi dari koordinator ada solusi kepada pihak ke 3.
Yang mana pihak ke 3 ini Lebih lanjut Rusli mengesankan, bagian dari pada investor, tapi langkah itu juga dilakukan tidak baik karena kan mereka juga harus bisa mencicil kios tersebut, jangan sampai oleh pihak ke 3 ini diambil alih.
Kita cari solusi lah kita ada dia antara mereka, dan mereka meminta waktu agar di berikan keleluasaan kembali seperti mereka fokus mengumpulkan DP nya dulu,” kata Rusli.
“Terus ke duanya apa perlu di pindah dulu ke sana agar bisa memenuhi DP tersebut.
Cara ini semua kita harus panggil mereka kita sampaikan berkenan dengan keadaan dan mereka juga harus bisa menurunkan benefit dan solusi demi ke baikan bersama,” imbuhnya. (Nick)
Berikan Komentar