Pemkab Bogor Desain Raperda Pontren

Mediabogor.co, BOGOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah melakukan mendesain Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pondok Pesantren.

“Sekarang sedang dirancang naskah akademiknya untuk jadi Raperda Pondok Pesantren. Setelah jadi Raperda akan kami sampaikan kepada DPRD Kabupaten Bogor, lalu ada hiring dengan alim ulama agar Perda Ponpes tersebut jadi sempurna,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin dalam acara Ijtima Ulama Kabupaten Bogor 2022, di Auditorium Setda, Sabtu (23/4)

Ade menyebut, Perda Pondok Pesantren merupakan amanat Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren dan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan dukungan yang merata bagi seluruh tingkatan pendidikan termasuk pondok pesantren.

 

“Perda Ponpes ini sangat penting, untuk memberikan jaminan agar pesantren eksis dan punya payung hukum atau legalitas. Jadi saya minta tolong percepat pembahasannya agar segera masuk dalam Balegda di DPRD Kabupaten Bogor, karena yang membahas itu dewan, kami hanya menyodorkan hasil kajian dan rancangan lalu diberikannya kepada DPRD, dewan lah yang membahas itu,” kata Ade Yasin.

Ade mengaku, saat ini salah satu tantangan Kabupaten Bogor di sektor pendidikan adalah meningkatkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Peningkatan RLS itu salah satunya dengan memaksimalkan PKBM bagi Ponpes Salafiyah atau satuan pendidikan mu’adalah di Pondok Pesantren yang akan diperkuat dengan diterbitkannya Perda tersebut.

“Ada program Mawar Sagu mudah-mudahan bisa dilaksanakan di Ponpes untuk menaikan RLS Kabupaten Bogor,” harapnya.

Raperda Pontren itu, kata Ade, juga merupakan bentuk komitmen dari Karsa Bogor berkeadaban untuk menciptakan kesalehan sosial di masyarakat.

Ade Yasin berharap, melalui momentum Ijtima Ulama ini bisa menjadi wasilah untuk memperkuat sinergi dan harmonisasi antara ulama dan umara, sehingga berbagai program keummatan yang tertuang dalam Bogor Berkeadaban bisa terimplementasikan dengan optimal.

“Karena Bogor Berkeadaban ini jadi satu-satunya program yang ada di daerah, yang dilahirkan para ulama,” tukasnya. (Mug)

Berita Terkait

Berikan Komentar