Pemdes Cibitung Wetan Gelar Aksi Percepatan Penanganan Stunting

Mediabogor.co, BOGOR – Ketua Tim Pengerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP – PKK ), kelompok wanita tani nusa indah, kelompok suka tani sejahtera, Desa Cibitung wetan, kecamatan Pamijahan, kabupaten bogor, Kamaludin menyatakan, ada tujuh langkah dalam percepatan penanganan stunting atau gizi buruk di Desa Cibitung wetan

Hal itu ia sampaikan usai Penyerahan Nasi box dari kelompok suka tani sejahtera memberikan nasi box yang berisi nasi ,ayam panggang ,tahu ,tempe. Kelompok wanita tani Nusa indah memberikan telor  10 kg, TP PKK Desa Cibitung wetan memberikan susu, puding kepada 17 anak stunting di kampung gardu barat, RT 02,RW 02, Desa Cibitung wetan, kecamatan pamijahan, dalam aksi percepatan penanganan Stunting Desa Barengkok tahun 2023.
“TP- PKK Desa Cibitung wetan dan Kader Posyandu dalam percepatan penurunan stunting di Desa Cibitung wetan yaitu melaksanakan 7 area quick win (program percepatan),” kata Kepala Desa Cibitung Wetan Kamaludin, kamis ( 21/12/2023).
Ditempat yang sama ketua TP- PKK Desa Cibitung Wetan Ipatrisnawati mengatakan, 7 area quick win (program percepatan), untuk menangani masalah stunting, yang pertama adalah harus tersedianya data stunting secara spesifik. Data ini diperlukan agar penanganan spesifik atau penanganan secara medis dapat dilakukan secara optimal.
Langkah kedua, lanjut Ipatrisnawati adalah mengoptimalkan peran dan tugas dari Tim Pengerak pemberdayaan kesejahteraan Keluarga (TP – PKK ) Desa Cibitung wetan.
TP-PKK Desa Cibitung wetan, Cibitung wetan, Kelompok Wanita Tani nusa indah, Kelompok Suka tani sejahtra bersama Pemdes Desa Cibitung wetan serta para kader Posyandu, kata Ipatrisnawati, memiliki peran sebagai pembimbing bagi calon pengantin, ibu hamil, dan ibu pasca persalinan dan balita.
“TP-PKK Desa Cibitung wetan bersama kader, mengedukasi mereka dan mengarahkan apa yang harus dilakukan dalam mencegah terjadinya gizi buruk pada anak,” Ujar Ipatrisnawati ketua TP- PKK Desa Cibitung wetan.
Selanjutnya langkah ketiga, kata Ipatrisnawati, yakni mengoptimalkan kegiatan mini lokakarya di Desa dan kecamatan bersama stakeholder terkait.
“Lokakarya untuk memantau berbagai kegiatan yang berkaitan dengan penanganan stunting. Tujuannya agar kegiatan fokus dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ipatrisnawati melanjutnya, langkah keempat yang harus dilakukan yakni mengoptimalkan aksi konvergensi antar perangkat daerah.
“Konvergensi ini agar setiap perangkat daerah punya intervensi dalam penangan stunting yang dilakukan terkoordinir dan terpadu. Kita semua ingin agar sasaran prioritas dikerjakan bersama-sama,” terangnya.
Langkah kelima, lanjut Ipatrisnawati, adalah melakukan audit kasus stunting di Desa Cibitung wetan. Hal ini dilakukan untuk mencari penyebab kasus agar bisa dicegah supaya tidak terjadi kembali.
Keenam, kata Ipatrisnawati, adalah dilakukannya agar setiap balita berisiko stunting dapat diberikan makanan tambahan. Program ini bisa dilakukan oleh berbagai perangkat daerah.
“Yang terakhir adalah mensukseskan program Bapak Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS),”tuturnya. (Agil).

Berita Terkait

Berikan Komentar