PDAM Kota Bogor Akan Dapat Dana Hibah dari Cipta Karya Kementrian PUPR

PDAM Kota Bogor Akan Dapat Dana Hibah dari Cipta Karya Kementrian PUPR

Mediabogor.id, BOGOR- Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR menyatakan, PDAM Kota Bogor akan mendaptkan dorongan langsung suatu bantuan program dari APBN dengan syarat harus membuat transfer hibah dengan badan usaha atau bisa juga perusahaan – perusahaan swasta kedepannya.

Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Dirjen Cipta Karya, Yudha Mediawan mengatakan, bantuan tersebut bisa berbentuk program dari APBN atau bisa juga dari hibah. Namun, bantuan yang diberikan memiliki persyaratan yang harus dipenuhi oleh PDAM. 

“Artinya PDAM buat dulu transfer hibah atau kita dorong ke depan kerjasama-kerjasama dengan badan usaha atau swasta, kemudian ada pergantian perpres 29 yaitu 46 tentang penjaminan dan juga subsidi bunga pinjaman dan ini bisa dimanfaatkan terutama PDAM PDAM sehat,” ungkapnya kepada awak media usai menghadiri Konsultasi Publik Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) dan Temu Pelanggan, yang berlokasi di Gedung IPB International Convention Center (ICC) Botani Square Building, Jl. Raya Pajajaran, Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (14/11/2019).

Selain itu, kata dia,  perusahaan BUMD di Kota Bogor dinilai sehat lantaran predikat ke 2 terbaik dengan jumlah pelanggan diatas 100 ribu pelanggan.

Dirinya juga berpesan, dengan pelanggan diatas 100 ribu dan pelayanan diangka 92 persen, tentu harus dikembangkan lagi, sebab dengan angka tersebut belum seluruhnya terlayani. Untuk itu, ini perlu dikembangkan dengan konsep 4 K yaitu kuantitas, kualitas, keterjangkauan dan kontinuitas.

“Seperti yang di sampaikan Wali Kota, bahwa kita bukan hanya profit orientasi tapi pelayanan ke masyarakat, jangan sampai masyarakat ini kecewa karena tidak mengalir ke rumahnya atau pun kualitas tidak sesuai dengan harga yang mereka bayar,” bebernya.

Ia pun menyadari bahwa ini memang PR yang berat, tapi kalau dilihat sumber air hampir sebagian besar dari mata air. 

“Kalau mata air tentu kualitas relatif lebih baik, tapi sumber air dari sungai atau aliran permukaan ini yang perlu dilakukan peningkatan dari prosesnya atau IPA-nya sendiri dan juga dari PIPA-nya. Kemudian kedepan bukan hanya air bersih saja, tetapi harus bisa menjadi air minum,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Kepala Pusat Air Tanah Air Baku Dirjen Sumber Daya Air, Iriandi Aswartika mengatakan, pihaknya i hanya menyediakan air baku atau mencari air yang kemudian dibawa ke reservoir. Selain itu dilihat juga dari segi permintaannya yang kemudian disesuaikan dengan penyediaan air.

“Seberapa besar air baku yang ada, yang harus kita identifikasi kemudian kita investasikan sejauh mana air baku ini bisa kita dorong kita manfaatkan agar bisa menjadi air bersih kemudian menjadi air minum,” imbuhnya.

Dia juga menilai dengan sinkronisasi yang saat ini dilakukan merupakan hal positif, sebab bisa ketemu secara triparkit antara kementeriam dengan pemerintah daerah dam juga PDAM selaka pengguna. “Tentunya sinkronisasi seperti hari ini yang kita lakukan bersama, ini merupakan hal positif, karena kita bisa ketemu secara triparkit antara kementrian kemudian dengan oemerintah kota dan juga PDAM selaku pengguna, kita mendukung ini,” tutupnya. (Nick)

Berita Terkait

Berikan Komentar