PAN Kota Bogor Rombak Kepengurusan DPC, Bidik 10 Kursi DPRD pada Pemilu 2029

Mediabogor.co, ‎BOGOR –  Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang PAN di Kota Bogor mulai dirombak melalui Musyawarah Cabang (Muscab) yang berlangsung di Aula Bale Rakyat DPRD Kota Bogor, Jalan Pemuda, Kota Bogor, pada Minggu 28 Juni 2026.

‎Dalam muscab tersebut, tim formatur dan Ketua DPC PAN se-Kota Bogor akan ada pergantian melalui pemilihan secara langsung. Dimana ini dilakukan sebagai bentuk penyegaran struktural guna memperkuat jaringan di bawah sekaligus mengamankan target 10 kursi pada Pemilu  2029 mendatang.

‎Ketua DPD PAN Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan, tantangan politik ke depan akan semakin dinamis, terlebih dengan adanya wacana pengembalian sistem pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD.

‎”Jadi, mau enggak mau, semua partai harus mempersiapkan diri memperkuat jaringan. Jumlah kursi harus semakin ditambah agar kader yang dijadikan Ketua DPC mampu meraih suara konstituen sebanyak-banyaknya,” ujar Dedie Rachim kepada wartawan di Aula Bale Rakyat DPRD Kota Bogor.

‎Dia menyebut bahwa soliditas partai di tingkat wilayah akan linier dengan kemudahan komunikasi politik dalam mengawal kebijakan anggaran pembangunan bersama pemerintah daerah. PAN Kota Bogor, dari modal 5 kursi yang dimiliki saat ini diharapkan menjadi 10 kursi di parlemen pada 2029.

‎Target itu, ditegaskan Dedie, demi melanjutkan estafet kepemimpinan daerah di Kota Bogor yang dalam dua dekade terakhir sukses diwarnai kader PAN.

‎”Kan dua periode kemarin, alhamdulillah PAN selalu menang dan kadernya menjadi Wali Kota Bogor, yaitu Pak Bima Arya. Nah, sekarang saya. Ke depan tentu siapa pun walikotanya, diharapkan kader PAN bisa kembali mewarnai, dan bisa tetap melanjutkan seperti itu keinginannya,” tegas Dedie yang kini menjabat Wali Kota Bogor.

‎Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC) Muscab DPC PAN Kota Bogor, Zakiyatul Fikriyah Al-Aslamiyah menambahkan bahwa proses seleksi pengurus tingkat kecamatan kali ini berjalan sangat ketat dan objektif. Dari total 50 pendaftar, sebanyak 38 orang mengembalikan formulirbdan hanya 35 peserta yang dinyatakan lolos verifikasi serta wawancara untuk dikirim ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jawa Barat.

‎”Kota Bogor ini berbeda dengan kota lainnya. Kami membentuk ‘Tim 10’ yang diisi oleh tokoh senior seperti Mas Haji Totok, Pak Suyoto serta lima anggota legislatif dari Fraksi PAN untuk melakukan penilaian,” imbuhnya.

‎Dari hasil Muscab ini, sambungnya, terjadi perombakan besar-besaran di struktur kepemimpinan kecamatan. Tercatat hanya ada satu Ketua DPC petahana yang bertahan, sementara sisanya diisi kader yang promosi dari posisi sekretaris serta figur-figur baru yang segar.

‎”Kami benar-benar mencari tokoh masyarakat dan pemuda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi terhadap PAN. Bukan lagi orang-orang yang sekadar ingin ‘hidup’ di PAN, tetapi yang mau bekerja keras untuk partai,” paparnya.

‎Terkait mekanisme penetapan, ia menjelaskan bahwa DPW PAN Jawa Barat telah langsung mengumumkan nama-nama Ketua DPC terpilih berdasarkan rekomendasi Tim 10.

‎”Selanjutnya, ketua terpilih di tiap kecamatan diberikan mandat untuk memusyawarahkan sisa anggota formatur (5 hingga 6 orang) untuk menyusun komposisi lengkap kepengurusanbmulai dari posisi Sekretaris, Bendahara hingga Majelis Pertimbangan Partai (MPP) tingkat kecamatan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berikan Komentar