Ninja Warrior di Warban Heboh! Jenal Mutaqin Datang Diam Diam Pakai Kospley Batmen

Mediabogor.co, BOGOR – Suasana semarak perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa berbeda di Kampung Warung Bandrek (Warban), Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Sabtu (22/8/2026).

‎Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin turut hadir dalam kegiatan lomba Ninja Warrior yang digelar secara kolaboratif oleh warga RW 03, RW 05, RW 12 dan RW 13.

‎Menariknya, JM datang dengan mengenakan kostum Batman untuk memberikan kejutan sekaligus menghibur masyarakat.

‎Jenal mengatakan, lomba Ninja Warrior dengan konsep permainan air tersebut menjadi kegiatan yang cukup unik karena lomba bernuansa air seperti gebuk bantal di atas air maupun panjat pinang kini mulai jarang digelar dalam rangkaian perayaan kemerdekaan.

‎”Memang agak langka permainan air di momen 17 Agustus. Saya coba pancing, siapa yang mengadakan perlombaan gebuk bantal di atas air atau panjat pinang, memang agak sedikit berkurang,” ujarnya kepada wartawan.

‎Ia mengapresiasi warga Kampung Warban yang mampu menghadirkan perlombaan dengan konsep berbeda. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.

‎”Di Kampung Warban ini berbeda. Minggu berikutnya setelah momen seremonial seperti upacara, di saat libur sekolah, RW 03, 05, 12 dan 13 bergabung mengadakan lomba Warrior,” katanya.

‎Dalam kegiatan tersebut, Jenal hadir bersama Camat Bogor Selatan, lurah, Kepala Kesbangpol Kota Bogor serta jajaran lainnya. Sejumlah pejabat tersebut bahkan ikut terlibat langsung dalam perlombaan Ninja Warrior bersama masyarakat.

‎Kehadiran Jenal dengan kostum Batman juga menjadi perhatian warga, khususnya anak-anak. Ia mengaku sengaja mengenakan kostum tersebut agar kedatangannya tidak langsung diketahui masyarakat.

‎”Dari awal pengen hadir tapi tanpa diketahui warga. Walaupun pake kostum tetap bocor, tetap ketahuan,” ungkapnya.

‎Jenal kemudian menceritakan bagaimana dirinya mendapatkan kostum Batman tersebut. Saat berada di depan kantor, ia melihat seorang pengamen mengenakan kostum Batman. Jenal kemudian meminta izin untuk meminjam kostum tersebut dan menggunakannya saat datang ke lokasi perlombaan.

‎”Alhamdulillah anak-anak lebih suka lihat Batman daripada Wakil Wali Kota Bogor. Tapi akhirnya terbongkar juga, ada tukang bakso yang manggil nama saya,” ujarnya.

‎Menurut Jenal, kostum Batman tersebut sengaja dipilih sebagai kejutan bagi warga, terutama anak-anak. Ia mengaku ingin mencairkan suasana dan membuat masyarakat merasa lebih dekat dengan jajaran pemerintah.

‎”Ini sebuah kejutan saja, ingin menghibur warga, terutama anak-anak. Mereka senang dengan kostum Batman. Lebih senang lagi ketika topengnya dibuka, hadir sosok Wakil Wali Kota Bogor di tengah masyarakat ikut memeriahkan pesta rakyat di Warban,” tuturnya.

‎Tak hanya menyaksikan, Jenal juga ikut turun langsung dalam lomba Ninja Warrior. Ia bahkan harus basah-basahan dan melewati berbagai rintangan bersama peserta lainnya.

‎”Untuk mencapai sebuah hadiah perlu perjuangan. Basah, lari, jatuh, semuanya harus berkorban,” katanya.

‎Jenal menilai, keterlibatan langsung pemimpin dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan warga. Ia menegaskan, seorang pemimpin harus mampu membaur dan mengikuti berbagai kegiatan masyarakat.

‎”Itu konsekuensi kita sebagai pemimpin, harus ikut cair dengan masyarakat, apapun kegiatannya. Semua harus ikut,” tegasnya.

‎Ia pun mengapresiasi Camat Bogor Selatan, lurah, Kepala Kesbangpol dan jajaran lainnya yang turut ambil bagian dalam lomba tersebut.

‎Jenal berharap kegiatan-kegiatan serupa terus dipertahankan dan dikembangkan dengan konsep yang beragam. Menurutnya, esensi perayaan kemerdekaan bukan semata-mata jenis perlombaan, melainkan bagaimana masyarakat dapat berkumpul, tertawa, bergembira dan membangun kebersamaan.

‎”Saya yakin masyarakat terus mengadakan event-event seperti ini dengan bentuk kegiatan yang berbeda dan beragam. Tingkatkan dan terus pertahankan,” katanya.

‎”Karena bukan jenis kegiatan dan lombanya, tapi berkumpulnya dalam satu titik, berbahagia bersama, tertawa bersama. Ada perjuangan yang harus mereka kerjakan dulu ketika ingin mencapai sebuah tujuan. Itulah semangat NKRI, bersatu, guyub dan cinta tanah air,” pungkasnya.

Berita Terkait

Berikan Komentar