MHTI Kota Bogor: Saatnya Mengenal Panji – Panji Rasulullah SAW

Mediabogor.com, Bogor- Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) menyelenggarakan Temu Tokoh Umat Kota Bogor dengan tema “Menebar Rahmat di Bawah Kibaran Panji Rasulullah”. Acara berlangsung di Aula Gedung Dakwah DPD II MHTI Kota Bogor, (9/4). Dalam acara yang bertujuan untuk mensosialisasikan bendera dan panji Rasulullah ini, tampak hadir 50 tokoh dari berbagai kalangan. Mulai dari Mubalighoh, Birokrat, Praktisi Pendidikan, hingga Mahasiswi.

Ustazah Hj Shoffiyah, Anggota LKUM MHTI Kota Bogor, selaku pembicara pertama memperkenalkan bahwa bendera putih bertuliskan kalimat tauhid “Laa Illaha Illallah Muhammad Rasulullah” berwarna putih disebut Alliwa. Bendera ini dipakai oleh Rasulullah sebagai simbol kenegaraan. Sedangkan panji hitam bertuliskan kalimat tauhid berwarna putih adalah panji yang dipakai oleh pasukan perang ketika berjihad disebut Arrayah.

”Umat Islam selama 14 abad penerapan Islam Kaffah senantiasa memakai Alliwa dan Arrayah sebagai lambang negara dan panji jihad fisabilillah. Bahkan, kerajaan-kerajaan di Nusantara pun menggunakannya. Salah satu bukti adalah salah satu bendera pusaka Kesultanan Yogyakarta berpola Arrayah. Warna hitam menjadi bagian dari namanya, yaitu Kyai Tunggul Wulung,” sampai Shoffiyah.

Lanjutnya, demikianlah umat dipersatukan dalam satu simbol yang sama selama 14 abad. Sejatinya, tidak hanya didunia saja umat dipersatukan dan dinaungi. Tetapi, kelak di akhirat pun umat Islam akan merindukan berada dalam naungannya.

”Oleh karena itu, umat hendaknya tidak boleh takut akan panji dan bendera Rasulullah ini. Sebaliknya, kita harus hidup, berjuang, dan mati dengan memegang teguh kalimat tauhid yang tertera dalam bendera dan panji tersebut, lanjutnya.

Sementata itu, Firda Muthmainah, Aktivis MHTI Kota Bogor, selaku pembicara selanjutnya menambahkan bahwa bendera dan panji Rasulullah bukan hanya berfungsi sebagai pemersatu umat. Tetapi, ia pun menjadi simbol penerapan seluruh hukum Islam dalam kehidupan.

”Sehingga slogan Islam Rahmatan Lil Alamin bisa diwujudkan. Rahmat Islam menyelimuti seluruh alam. Hanya sayang, kondisi ini telah lama lenyap seiring runtuhnya sistem pemerintahan Islam, Khilafah. Khilafah telah runtuh, hukum syariat Islam dicampakkan, rahmat berubah menjadi bencana. Padahal, umat Islam mengemban tugas dari Sang Pemilik Alam untuk senantiasa menjalankan seluruh syariat Islam,” tegas Firda.

Oleh karena itu, lanjutnya, MHTI sebagai bagian terintegrasi dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) senantiasa berjuang untuk mengembalikan khilafah tegak kembali, hukum syariat Islam diterapkan lagi. Sepak terjang HTI dalam menegakan kembali Panji Rasulullah sebagai simbol penerapan Islam kaffah dilakukan hanya dengan dakwah kepada pemikiran. Tanpa sedikit pun melakukan kekerasan. Karena itulah yang Rasulullah contohkan.

”Selama perjuangannya HTI senantiasa mengadakan program-program yang ditujukan untuk membina umat agar kembali kepada Islam. Dakwah HTI yang elegan telah disambut oleh dukungan umat yang semakin hari semakin membesar,” terangnya.

Para peserta yang hadir pun sangat antusias setiap pemaparan pembicara. Mereka siap bergerak menyadarkan umat bersama dengan MHTI. Mereka berkomitmen untuk berjuang bersama mengibarkan Panji Rasulullah agar persatuan dan Islam Rahmatan Lil Alamin bisa diwujudkan lagi. (IY)

Berita Terkait

Berikan Komentar