Menunggu 16 Tahun, Raflesia Arnoldi Mekar di Kebun Raya Bogor dan Hanya Bertahan 4 Hari
Mediabogor.co, BOGOR – Untuk pertama kalinya sejak dilakukan pemindahan dan penelitian Raflesia Arnoldi mekar di Koleksi Tanaman Climber, Kebun Raya Bogor. 
 
“Hari ini hari yang cukup istimewa karena ada Raflesia Arnoldi yang mekar untuk pertama kalinya di Kebun Raya Bogor (KRB). Raflesia Arnoldi mekar setelah menunggu sekitar 16 tahun sejak 2006,” kata Penelitian Brin Sofi Mursidawati, kepada wartawan, Rabu (14/9/2022). 
 
Menurut, Sofi Mursidawati, metode yang di gunakan untuk membungakan atau menumbuhkan Raflesia Arnoldi sangat berbeda dengan Raflesia Padma. “Jadi ini merupakan hasil Tetrastigma lanceolarium (Roxb.) Ralfesia Arnoldi ke dalam tumbuhan planch sebagai inangnya yang ditanam pada 22 Januari 1953 sebagai hasil pertukaran tanaman (seed exchange) dari Florida pada tahun 1952,” ujar Sofi. 
 
“Jadi masing-masing Raflesia, banyak yang endemik asal Sumatera dan Kalimantan semua sifatnya endemik. Kali ini Raflesia Arnoldi lah yang berhasil dimekarkan di KRB,” lanjutnya. 
 
Periset dan Kurator Koleksi Rafflesia di Kebun Raya Bogor, Sofi Mursidawati menyatakan, Raflesia Arnoldi saat ini mekarnya belum begitu sempurna hanya sekitar 70 sampai 80 persen. Pertumbuhan bunga ini sangat berbeda dengan dihabitat aslinya yang mekar hingga satu meter. 
 
“Itu ukurannya sudah turun karena berbagai macam bisa kerusakan hutan, atau faktor faktor alam lain yang tidak menguntungkan bagi Raflesia Arnoldi,” katanya. 
 
Meski mekarnya sangat kecil, pihaknya menilai ini merupakan suatu peristiwa yang sudah jarang terjadi. Bahkan mungkin yang pertama kali di dunia yang terekam sejak awal. 
 
“Usia mekarnya mungkin hanya 3-4 hari. Jadi tidak lama dia tidak memberi waktu saya setelah penantian 16 tahun ini,” ungkapnya. 
 
“Dan itu merupakan salah satu yang juga baru dalam dunia ilmu pengetahuan, karena selama ini Raflesia hanya sangat spesifik tumbuh di Sumatera saja,” tandasnya. 
 
Rafflesia arnoldi R. Br atau lebih dikenal dengan sebutan padma raksasa merupakan Puspa Langka Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 4 Tahun 1993.
 
Selain ditetapkan sebagai Puspa Langka Nasional, bunga raksasa kharismatik asal Bengkulu ini masuk dalam daftar tumbuhan dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1999 dan IUCN Red list dengan status konservasi  terancam punah.
 
Rafflesia arnoldi R. Br pertama kali ditemukan pada tahun 1818 di hutan Sumatra oleh seorang pemandu yang bekerja pada Dr. Joseph Arnold yang sedang mengikuti ekspedisi Thomas Stanford Raffles. Sehingga tumbuhan ini diberi nama sesuai sejarah penemunya yakni penggabungan antara Raffles dan Arnold. 
 
Terdapat 33 spesies Rafflesia di dunia dan 14 jenis diantaranya tumbuh di Indonesia dimana 11 jenis merupakan endemik Sumatera.
 
Upaya konservasi Rafflesia arnoldi R. Br di luar habitatnya (secara ex situ) sejak tahun 1818 belum membuahkan hasil. Pada tahun 2006 peneliti Rafflesia Kebun Raya Bogor melakukan upaya menumbuhkan biji Rafflesia arnoldii R. Br asal Bengkulu di vak. 
 
XVII yaitu koleksi jenis-jenis tumbuhan pemanjat (climber) termasuk di dalamnya terdapat 7 spesies tetrastigma, yang merupakan inang Rafflesia.
 
Setelah 16 tahun sejak upaya menumbuhkan, pada awal September 2022 muncul beberapa knop bakal bunga yang salah satunya mekar pada 12 September 2022.
 
Rafflesia yang mekar merupakan Rafflesia arnoldii R. Br dan baru pertama kali mekar sebagai hasil budidaya di Kebun Raya Bogor. (Nick)

News Terpopuler

Wakil Rakyat

media bogor

media bogor

media bogor

media bogor

media bogor

Info PDAM