
Membludaknya Tranaportasi Online, Pemkot Bogor Akan Buat Regulasi
mediabogor.com, Bogor – Melonjaknya ojek dan taksi online khususnya di Kota Bogor, membuat orang nomer satu di Kota Bogor akan membuat regulasi dengan cara pengaturan dan pengelolaan seperti menerapkan pembatasan kuota untuk transportasi online. Hal itu ia sampaikan dalam acara kegitan laouncing rerouting yang berlangsung di Balaikota Bogor, Selasa (14/3).
“Sebenarnya permasalahan transportasi online tidak hanya terjadi di Kota Bogor, tapi di sejumlah daerah mengalami hal yang sama, namun kedepan Pemerintah Kota Bogor akan melakukan regulasi seperti menerapkan pembatasan kuota online, sehingga tidak menimbulkan gejolak di dalam masyarakat nantinya,” ujarnya kepada awak media.
Selain itu, Bima mengaku telah menjalin komunikasi bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat, Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Pudji Hartanto Iskandar kemarin malam. Adapun pesan yang disampaikan kepada orang nomer satu di Kota Bogor ini terkait penataan transportasi di daerah yakni secara khusus fenomena taksi online dan ojek online.
Bima mengharapkan kedepannya tidak ada lagi permasalahan transportasi online di lapangan yang tidak terkendali. “Semua yang mencari rezeki mencari nafkah di Kota Bogor silakan asal halal , asal nanti ikut program Pemkot kedepan. Kita sudah punya program Bogor Transportation program 20 tahun kedepan semuanya harus ikut program bersama-sama, “tuturnya.
Politisi senior ini pun menceritakan kendala yang kerap sekali terjadi perhihal transportasi online di lapangan, selama ini Pemkot sulit untuk menghubungi pihak yang bersangkutan dengan transportasi online. Jika ada permasalahan di lapangan, pihaknya tidak mengetahui harus menghubungi kepada siapa ?. Maka dari itu, Lanjut Bima, nanti Pemkot Bogor beserta jajaran terkait akan membuat aturan sesuai dengan pembatasan kuota. Menurut Bima, harus ada yang bertanggung jawab mengenai keberadaan transportasi online.jadi jika ada persoalan di lapangan jelas koordinasinya dengan siapa bisa dilakukan dengan jelas. “Sama seperti ada persoalan di lapangan terkait dengan angkot kita koordinasi dengan Organda, Nah, ini online- online dengan siapa?. kalau saya marah karena mereka mangkal seenaknya di shelter siapa yang harus kita temui kan harus jelas. Jadi semoga kedepan kita bisa koordinasikan dengan baik, untuk kemudahan warga Bogor dan agar Bogor juga tidak dikenal lagi sebagai Kota paling macet sedunia katanya, walaupun kita tidak pecaya. Ini dilakukan juga agar Bogor dikenal sebagai best marking penataan transportasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, “pungkas Bima. (AW).
Berikan Komentar