Lusiana: Gus Dur dan PKB Memiliki Peran Penting Dalam Sejarah Imlek di Indonesia

Mediabogor.co, BOGOR- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan menjadi garda terdepan dalam mengawal dan memastikan jalannya politik kebangsaan. Bahkan sejak awal didirikan, PKB memiliki hal-hal prinsip, yaitu Pancasila, kebhinnekaan, kemandirian ekonomi, dan kemanusiaan.

Hal itu diungkapkan, Lusiana Nurissiyadah, Sekretaris Komisi ll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Jumat (12/02/21).

“Selain itu bertepatan dengan masyarakat etnis Tionghoa kini tengah menjalani hari raya Imlek, legeslator dari fraksi Kebangkitan Bintang Restorasi (KBR) menegaskan, prihal ini termasuk melindungi hak ekonomi sosial politik warga Tionghoa dan PKB akan berdiri tegak dalam melawan diskriminasi dan kesenjangan.

Masih kata Lusiana, kita harus selalu bangun persaudaraan karena persaudaraan itu kekuatan untuk Indonesia.

“Abdurrahman Wahid atau yang terkenal disapa Gus Dur merupakan seorang presiden Republik Indonesia keempat yang sekaligus ketua umum Nahdlatul Ulama (NU) berturut-turut selama tiga periode kala itu, dirinya dan PKB adalah pencetus sejarah Imlek di Indonesia, sebagai upaya mengakhiri diskriminasi,” kata Lusiana.

Selain itu, Gus Dur mencabut Inpres No. 14/1967 karena bertentangan dengan UUD 1945. Sebelum dicabut, Inpres tersebut selama puluhan tahun mengekang warga Tionghoa. Sehingga, tak bisa bebas melaksanakan budayanya termasuk merayakan Imlek dan Cap Go Meh secara terbuka.

Lanjut Lusiana, setelah mencabutnya, Gus Dur menerbitkan Keppres No. 6/2000 yang menjamin warga Tionghoa dapat menjalankan kegiatan keagamaan, kepercayaan, dan adat istiadat secara terbuka.

”Tanpa Gus Dur tidak ada Imlek dan Cap Go Meh dirayakan secara terbuka dan tidak ada barongsai dan naga turun ke jalan, tidak ada bahasa Mandarin diajarkan di sekolah-sekolah bahkan di pesantren,” tegasnya.

Hal itu pula yang melandasi mengapa setiap tahun PKB sebagai satu-satunya partai politik yang tidak pernah absen dalam menyambut Imlek lebih lanjut Lusiana menerangkan, sebab, perayaan Imlek adalah salah satu wujud penolakan PKB terhadap bentuk diskriminasi.

”Saya secara pribadi maupun atas nama PKB, mengucapkan selamat menyambut Imlek bagi seluruh saudara saya yang merayakan, doa saya untuk segenap warga Tionghoa yang merayakan semoga dalam pandemic Covid-19 selalu dalam keadaan sehat selalu (Amin). (Nick)

Berita Terkait

Berikan Komentar