Listrik PLN Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Bekasi, Petani Kini Panen Tiga Kali Setahun

Mediabogor.co, BOGOR – Kelompok Tani Berkah Sakabeh di Desa Cicau, Kabupaten Bekasi, kini mampu meningkatkan intensitas tanam dari dua menjadi tiga kali panen setiap tahun setelah memanfaatkan listrik melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Electrifying Agriculture yang dijalankan PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Bekasi. Program tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga menekan biaya produksi dan memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan musim kemarau.

Desa Cicau merupakan salah satu wilayah yang berada di sekitar jalur transmisi SUTET 500 kV Cibatu–Deltamas. Sebagian besar masyarakatnya menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian. Selama bertahun-tahun, keterbatasan pasokan air saat musim kemarau membuat petani hanya dapat menanam dua kali dalam setahun. Penggunaan pompa berbahan bakar minyak (BBM) juga meningkatkan biaya operasional dan membatasi efisiensi usaha tani.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, PLN menghadirkan program Electrifying Agriculture melalui penyediaan sambungan listrik baru berkapasitas 10.600 VA yang terintegrasi dengan pompa air irigasi dan instalasi kelistrikan. Program ini juga dilengkapi dua unit traktor listrik, mesin perontok padi listrik, mesin pemotong rumput listrik, pembangunan saung petani yang dilengkapi panel listrik sebagai pusat operasional peralatan, penyediaan bibit padi dan cabai, serta pelatihan pengolahan hasil panen dan pemasaran produk.
Dampak program mulai dirasakan secara nyata oleh para petani. Biaya produksi berkurang sekitar Rp36,36 juta per tahun, terutama dari penghematan penggunaan BBM. Di sisi lain, ketersediaan air sepanjang tahun memungkinkan petani meningkatkan intensitas tanam menjadi tiga kali panen dalam setahun. Pemanfaatan peralatan berbasis listrik juga mempercepat proses pengolahan lahan hingga pascapanen sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien.

Selain meningkatkan produktivitas, program ini turut mendorong pemanfaatan energi listrik di sektor pertanian. Tercatat konsumsi listrik mencapai 11.994 kWh per tahun dan berkontribusi terhadap peningkatan penjualan tenaga listrik PLN sekitar Rp4,78 juta per tahun.

Secara keseluruhan, program ini telah memberikan manfaat kepada 1 kelompok tani yang terdiri atas 24 petani dengan luas lahan garapan sekitar 40 hektar.

Produktivitas lahan meningkat sebesar 50 persen, sementara pendapatan rata-rata petani bertambah sekitar Rp12 juta per tahun. Efisiensi penggunaan energi juga mengurangi konsumsi BBM sekitar 2.560 liter per tahun, sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Masum, petani sekaligus Local Hero Kelompok Tani Berkah Sakabeh, mengatakan perubahan paling terasa adalah tersedianya air sepanjang tahun sehingga petani tidak lagi bergantung pada musim.

“Dulu kami harus membeli BBM untuk menjalankan pompa air dan tetap bergantung pada musim. Sekarang air tersedia kapan saja karena menggunakan listrik. Biaya operasional jauh lebih hemat, pekerjaan lebih cepat, dan kami bisa menanam tiga kali dalam setahun. Pendapatan petani juga meningkat sekitar Rp12 juta setiap tahun. Perubahan ini sangat membantu kami dalam mengembangkan usaha tani,” ujar Masum.
Manager PLN UPT Bekasi, Indra Kurniawan, mengatakan pemanfaatan listrik di sektor pertanian menunjukkan bahwa energi tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga dan industri, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas masyarakat.

“Electrifying Agriculture merupakan salah satu upaya PLN untuk memperluas manfaat listrik bagi sektor produktif. Ketika akses energi mampu meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, dan memperkuat pendapatan petani, maka listrik menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kami berharap model ini dapat direplikasi di lebih banyak wilayah yang memiliki potensi pengembangan pertanian.”

Program Electrifying Agriculture juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui modernisasi sektor pertanian. Pemanfaatan energi listrik sebagai penggerak aktivitas budidaya dan pascapanen diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, serta memperkuat daya saing petani di tengah perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan.

Dari tahun 2025 hingga 2026, PLN UIT Jawa Bagian Tengah telah melaksanakan empat Program Electrifying Agriculture (EA) di berbagai wilayah, terdiri dari dua program pada tahun 2025 dan dua program pada tahun 2026.

Pada pelaksanaan tahun 2025, program ini telah memberikan manfaat kepada 76 penerima manfaat, yang berasal dari Kelompok Tani Berkah Sakabeh sebanyak 24 orang dan Kelompok Tani Jayawangi sebanyak 52 orang. Sementara itu, dua program EA tahun 2026 masih dalam tahap pelaksanaan dengan melibatkan 20 anggota kelompok sebagai penerima manfaat awal.

Seluruh program tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya TPB 2 Tanpa Kelaparan, TPB 7 Energi Bersih dan Terjangkau, TPB 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta TPB 13 Penanganan Perubahan Iklim.

Bagi Kelompok Tani Berkah Sakabeh, manfaat listrik kini tidak hanya dirasakan sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai faktor yang meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan usaha tani, dan membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Transformasi sederhana dari pompa berbahan bakar minyak menuju pompa listrik membuktikan bahwa akses energi yang andal dapat menjadi penggerak perubahan nyata bagi sektor pertanian.

Berita Terkait

Berikan Komentar