“Korban dan Pelaku Hanya Teman,” Keluarga Bantah Isu Asmara di Kasus Pembunuhan Bogor

Mediabogor.co, ‎BOGOR – Keluarga AAA (25), korban pembunuhan yang jasadnya ditemukan di bawah Tol BORR kawasan Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, meminta masyarakat menghentikan narasi di media sosial yang menyebut korban memiliki hubungan asmara dengan pelaku MF alias AMB (26).

‎Kakak korban, Humaira, menegaskan bahwa adiknya tidak pernah berpacaran dengan pelaku. Menurutnya, hubungan keduanya hanya sebatas teman semasa SMK.

‎“Aku cuma mau meminta tolong sebesar-besarnya kepada media yang viral di TikTok dan Instagram itu bahwa mereka pacaran atau dibunuh oleh pacarnya sendiri. Itu tidak benar,” ujar Humaira kepada wartawan.

‎Ia mengaku terpukul karena banyak informasi yang beredar di media sosial justru memperkeruh kondisi keluarga. Terlebih, keluarga besar korban di Makassar dan Sulawesi terus mempertanyakan kabar yang menyebut AAA dibunuh oleh pacarnya sendiri.

‎“Tolong dipertegas, dia cuma berteman bukan pacar. Keluarga di Makassar dan di Sulawesi bilang bahwa korban ini dibunuh oleh pacarnya. Tolong banget, dia itu bukan pacar. Korban ini hanya dimanfaatkan oleh pelaku,” katanya.

‎Humaira mengatakan, keluarga langsung terbang dari Makassar menuju Bogor setelah mendapat kabar meninggalnya AAA. Bahkan, calon suami korban juga datang mendampingi keluarga.

‎Menurutnya, korban sebenarnya tengah mempersiapkan rencana lamaran yang dijadwalkan berlangsung bulan depan.

‎“Adik aku berpendidikan, adik aku sudah mau menikah. Calon suaminya datang dan rencana lamaran itu bulan depan,” ungkapnya.

‎Ia mengaku terkejut melihat banyak unggahan di media sosial yang menyebut korban memiliki kekasih di Bogor.

‎“Saya kaget kok ramai di medsos itu korban punya pacar. Adik aku enggak punya pacar di Bogor. Memang adik aku ini teman SMK dengan pelaku,” tegasnya.

‎Atas kasus tersebut, keluarga berharap pelaku mendapat hukuman maksimal sesuai perbuatannya.

‎“Saya berharap dihukum mati. Jangan seumur hidup karena masih bisa direvisi. Kalau hukuman mati itu adil,” tandasnya.

Berita Terkait

Berikan Komentar