Kedung Badak Petakan Persoalan Wilayah, Banjir hingga Penataan Kawasan Usaha Jadi Prioritas

Mediabogor.co, BOGOR – Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, mulai memetakan potensi dan persoalan wilayah sebagai dasar penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran. Pemetaan dilakukan mengingat Kedung Badak merupakan kawasan perkotaan padat dengan jumlah penduduk lebih dari 30 ribu jiwa.

Kegiatan pemaparan potensi wilayah dan identifikasi permasalahan digelar pada Selasa (28/7/2026). Berbagai isu strategis menjadi perhatian, mulai dari banjir, pengelolaan sampah, pelayanan masyarakat hingga penataan kawasan usaha di sepanjang Jalan Sholeh Iskandar.

Camat Tanah Sareal, Rokib, mengatakan setiap kelurahan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pendekatan pembangunan tidak bisa disamaratakan. Menurutnya, Kedung Badak didominasi kawasan perkotaan sehingga diperlukan pola penanganan yang lebih adaptif.

“Potensi, masalah, dan kondisi di masing-masing wilayah tentu berbeda. Kedung Badak ini wilayahnya besar dan sekitar 70 hingga 80 persen didominasi kawasan perkotaan. Ke depan, kita ingin peninjauan lebih banyak dilakukan langsung di lapangan, seperti di Posyandu atau Kelompok Wanita Tani (KWT), agar diskusi tidak terlalu formal dan lebih menyerap aspirasi,” ujar Rokib.

Sementara itu, Lurah Kedung Badak, Ahnim Sutangyat, mengungkapkan salah satu persoalan utama yang menjadi fokus penanganan adalah banjir musiman di RT 04 RW 09. Lokasi tersebut merupakan jalur menuju fasilitas pendidikan dan Puskesmas Kedung Badak sehingga membutuhkan penanganan segera.

Menurut Ahnim, normalisasi saluran air telah dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementerian Pekerjaan Umum. Selain itu, pembangunan drainase baru serta dinding penahan tanah (DPT) juga disiapkan untuk mengurangi risiko genangan dan longsor.

“Banjir di lokasi tersebut menjadi perhatian serius, terutama saat curah hujan tinggi. Kami sudah bergerak melakukan normalisasi saluran air dan koordinasi dengan BBWS serta Kementerian Pekerjaan Umum,” katanya.

Selain penanganan banjir, Kelurahan Kedung Badak juga berencana memekarkan satu RT di RW 10 untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Pengelolaan sampah juga terus diperkuat melalui edukasi pemilahan sampah dan pengangkutan rutin bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup.

Di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan bisnis di Jalan Sholeh Iskandar, pihak kelurahan turut meningkatkan pengawasan terhadap kelengkapan perizinan bangunan dan usaha.

“Kami rutin mengingatkan pihak manajemen usaha untuk melengkapi seluruh dokumen perizinan sejak awal. Koordinasi juga dilakukan bersama Muspika agar pelaku usaha tertib aturan dan iklim investasi tetap kondusif,” pungkas Ahnim.

Berita Terkait

Berikan Komentar