
Kecamatan Pamijahan dan Satgas DLH Tutup Mata Sampah Menumpuk di Pasar Segog
Mediabogor.co,BOGOR – Relawan Susur Sungai (RESUS) melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Kecamatan Pamijahan dan Satgas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kecamatan Pamijahan terhadap penanganan sampah di Kecamatan Pamijahan yang dinilai tidak menyentuh persoalan utama di lapangan.
Kegiatan Operasi Bersih (Opsi) pada tanggal (15/4) kemarin yang digelar di wilayah perbatasan Desa Cibening dan Desa Gunung Menyan, tepatnya di Kampung Kenanga hingga Kampung Cikoan, disebut RESUS hanya sebatas kegiatan seremonial yang minim dampak. Sementara itu, persoalan krusial seperti penumpukan sampah di Pasar Segog justru terkesan diabaikan.(16/4/2026).
Founder RESUS Agil secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap pihak kecamatan serta Satgas DLH kecamatan Pamijahan fakta dilapangan untuk secara tidak mendata data terkait titik-titik sampah yang hingga kini belum tertangani.
“Jangan sibuk di kegiatan yang aman dan terlihat bagus secara dokumentasi konten instagram saja saat di lapangan, sampah yang menumpuk dan penuh polemik oleh para oknum khususnya di Pasar Segog, tapi tidak disentuh. Ini fakta, bukan opini,” tegasnya.
Menurut RESUS, selama tiga tahun terakhir mereka telah bekerja nyata di 15 desa se-Kecamatan Pamijahan, melakukan evakuasi sampah, pemulihan ekosistem, hingga edukasi masyarakat. Kegiatan tersebut bahkan dilakukan secara konsisten.
Ironisnya, kata dia, ketika relawan bergerak dengan keterbatasan, pihak yang memiliki kewenangan justru dinilai tidak menunjukkan kinerja maksimal.
“Kami ini relawan, bukan institusi. Tapi kami hadir di titik masalah. Sementara yang punya kewenangan justru terkesan abai. Ini yang kami sesalkan,” lanjutnya.
RESUS juga menilai Satgas DLH Kecamatan Pamijahan tidak efektif dalam menjalankan fungsi penanganan lingkungan. Bahkan, mereka secara tegas meminta adanya evaluasi serius hingga pergantian personel.
“Kalau tidak mampu menyelesaikan persoalan mendasar seperti sampah pasar, untuk apa dipertahankan? Satgas DLH seharusnya jadi garda terdepan, bukan sekadar pelengkap kegiatan seremonial,” ujarnya.
Lebih jauh, RESUS menuding adanya kecenderungan “tutup mata” terhadap kondisi riil di lapangan. Minimnya edukasi kepada masyarakat serta tidak adanya langkah konkret di titik-titik rawan sampah menjadi bukti lemahnya peran Satgas DLH di tingkat kecamatan.
“Kegiatan seperti Opsi itu bagus, tapi jangan jadi alat pencitraan. Bandingkan dengan kerja nyata kami yang langsung mengevakuasi sampah di titik kritis. Jelas berbeda dampaknya,” tambahnya.
RESUS menegaskan, Kecamatan Pamijahan seharusnya memprioritaskan penanganan sampah di pasar-pasar tradisional yang menjadi sumber utama penumpukan, bukan justru fokus pada kegiatan berskala kecil yang tidak menyentuh akar persoalan, dan RESUS bersama UPTPS 6 Leuwiliang DLH , KUD pasar dan Desa Cibening sampah yang ada di pasar segog tetap kita evakuasi insyaallah hari ini selesaikan. ” Tuturnya. (Agil).
Berikan Komentar