Kasus Gladiator Budi Mulya, Bima Arya:Kalau Nakal Dibina, Kalau Kriminal Ya Dihukum
mediabogor.com, Bogor – Kasus meninggal Hiralius, salah satu siswa SMA Budi Mulya, Kota Bogor, yang tewas akibat “tradisi gladiator” ini, sungguh sangat menyita perhatian khalayak publik. Walikota Bogor, Bima Arya, tentunya tidak tinggal diam melihat kasus yang mencoreng pendidikan di Kota Hujan tersebut.
Senin (25/9/17) pagi tadi, Bima Arya yang juga didampingi oleh para Muspida dan Dinas terkait, langsung menyambangi sekolah yang terletak di Jalan Kapten Muslihat No.22, Paledang, Bogor Tengah, guna mencari lebih dalam informasi serta memberikan edukasi kepada para siswa terkait tindakan yang tidak terpuji ini.
“Saya akan bertanggung jawab terhadap tata kota dan saya tidak akan lepas tangan, setiap warga bogor wajib mendapat perlindungan dari pemerintah daerah, termasuk kasus ini. Mari kita rapatkan barisan untuk memutus rantai tradisi (gladiator) ini,” papar Bima Arya saat menghadiri rapat terbuka dengan para guru SMA Budi Mulyadi
Menurut Bima kasus ini bukan kejadian yang biasa, tapi kejadian ini dinilai turun temurun, dan tidak boleh terjadi kembali di kemudian hari.
“Ini menjadi perhaktian kita, kasus ini bukan insiden biasa, tapi menjadi kebiasaan turun temurun, ini adalah perbuatan biadab, kita akan pastikan peristiwa ini tidak akan terjadi kembali”, lanjutnya.
Lanjutnya, kasus ini tidaklah mudah, karena banyak aspek yaang harus diselaraskan antara sekolah, lingkunhan rumah dan lingkungan bermain.
“Ini persoalan yang tidak mudah, karena pembinaan itu tidak hanya di lingkungan sekolah, ketika di sekolah dia baik tapi ketika di rumah bisa saja kecolong. Kita harus perprektif, kalau nakal ya dibina, kalo sudah kirimal ya di hukum”, kata bima.
Dari infomasi terdahulu, kasus ini dinilai telah di tutup-tutupi oleh pihak sekolah, namun mereka membantah akan hal itu, ketika dikonfirmasi ke salah seorang guru yang tidak mau menyebutkan namanya.
“Sekolah tidak menutupi kasus ini, Setahu kami kasus ini telah di selesaikan secara kekeluargaan, pada saat itu mereka dikumpulkan di hadapan kepala sekolah, pihak keluarga korban dan dan siswa yang terlibat”, sampainya guru tersebut.
Dalam kasus ini pihak yayasan siap di proses ke meja hukum, karena sekolah merasa tidak bersalah
“Kami sudah siap untuk di masuk ke meja hukum, karena kami tidak merasa bersalah”, pungkas Henrica, Kepala Sekolah Budi Mulya.
Dan direncanakan, sore (25/9/17) ini akan digelar rekontruksi di Taman Palupuh, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, tempat dimana “tradisi gladiator” digelar.
Fajar/Rangga
Berikan Komentar