Kantor DKP Dikepung Belatung, Bima Janji Menyelesaikan Soal Galuga

Mediabogor.comBogor- Imbas dari tidak bisa membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, truk-truk bermuatan sampah mulai mengepung gedung Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor, di Jalan Paledang, Kota Bogor.

Truk sampah yang berjumlah puluhan ini terparkir berhenti beroperasi. Ini bukan tanpa sebab lantaran akses jalan menuju TPA Galuga, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, ditutup paksa oleh sejumlah massa sejak Kamis (17/16) lalu sampai hari ini Minggu (20/16).

Pantauan di lapangan, Ahad (20/16) pagi-sore hari, tumpukan sampah sudah empat hari terakhir itu bukan hanya menebarkan aroma bau tak sedap, sampah yang membusuk memicu munculnya belatung dan air lindi (rembesan air sampah) berjatuhan di halaman parkir gedung DKP dan sepanjang Jalan Paledang.

Menyikapi masalah itu, Walikota Bogor Bima Arya, angkat bicara,” dirinya telah menerima laporan berkaitan dengan pemblokiran TPA Galuga dan akan segera mengambil langkah mengatasi permasalahan ini. “Kita usahakan terus untuk segera dibuka kerena ini sudah sangat mengganggu kenyamanan warga, dan kegiatan pemblokirN ini sudah keterlaluan,” kata Bima.

Bima menyebut bahwa permasalahan TPA Galuga terhambat proses yang lama di Pemkab Bogor. Dari Pemkot Bogor sendiri telah menemui kesepakatan terkait kerjasama perpanjangan TPA Galuga. Jadi pihak Pemkab Bogor yang lamban menyelesaikan persoalan ini.

“Sekarang ini prosesnya dengan Kabupaten Bogor yang lama, saya dapat laporan begitu. Dari kita kan sudah menandatangani semua. Tapi ini perlu kesepakatan dengan tiga desa, Desa Cijunjung, Cibungbulang dan Galuga,” ujar Bima.

Bima juga mengaku akan menegur Kepala DKP, Sudradji yang tidak ada di tempat selama aksi pemblokiran di galuga.” Saya dapat informasi bahwa Kepala DKP sedang ada urusan keluarga, nanti akan saya tegur, karena apabila sedang ada masalah seperti ini, seharusnya Kadis ada di lokasi. Tapi Sekdis dan jajarannya sudah berusaha terus menyelesaikan di lokasi Galuga,” tandas Bima geram.

Sementara itu, aksi penutupan paska yang berlangsung hingga saat ini menimbulkan penumpukan sampah pula disejumah bak-bak sampah di Kota Bogor. Bahkan sampah sudah membanjiri area sekitarnya. Sebelumnya aksi serupa sempat terjadi bahkan berlangsung hingga beberapa hari.

Sementara salah satu warga Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor, Andri, mengaku sangat terganggu dengan bau busuk sampah-sampah yang datang dari atas kantor DKP Kota Bogor, sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini, apa tidak ada Kepala Dinas atau pekerja pengangkut sampahnya, sampai-sampai sampah menumpuk seperti itu,” kata Andri kecewa.(ut).

Berita Terkait

Berikan Komentar