Kang Emil: Bogor Street Festival Perkuat Persatuan dan Keberagaman

mediabogor.com, Bogor – Perhelatan Bogor Street Festival Cap Go Meh (BSF CGM) yang kali  bertemakan “Katumbiri Lighting Festival” berhasil digelar dengan tentunya nuansa pesta rakyat ini semakin terlihat meriah. Ratusan pawai barongsai dihiasi lampu warna warni dengan alunan musik yang kental dengan ciri khas bedug ini menambah semarak dan membuat takjub para yang ikut hadir menyaksikan. Di Jalan Surya Kencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (19/2/18).

Tak hanya disitu kemeriahan pun terlihat dari para tamu undangan yang hadir pada kali ini diantaranya para pejabat tanah air, mulai dari Gubernur Jawa Barat, Kapolda Jawa Barat, Pangdam III Siliwangi, Wali Kota Bogor, hingga mantan Menteri BUMN era Susilo Bambang Yudoyono, Dahlan Iskan dan Duta Besar India. Nampak terlihat kompak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wali Kota Bogor Bima Arya mengenakan pakaian adat Thionghoa berwana merah.

Dalam sambutannya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau yang lebih akrab disapa Kang Emil menjelaskan, bahwa disini lah terlihat keberagaman budaya Indonesia dan oleh karena itu dari Bogor kita berkomitmen kita perkuat persatuan kita dan atas nama pemerintah provinsi Jawa Barat penduduk terbesar di Indonesia dengan jumlah hampir lima puluh juta manusia diwakili oleh seluruh.

Dirinya mengaku bahwa selama menjabat sebagai gubernur Jawa Barat semua hak warga negara tidak akan di beda-bedakan semua hak kewarganegaraan disama ratakan semua adalah warga yang harus di ayomi di penuhi aspirasi. Dan hari saya sangat berbahagia mudah-mudahan dalam perayaan budaya ini menjadi sebuah kebanggaan dan saya ucapkan terimakasih kepada kementerian Pariwisata mulai tahun depan festival ini akan di jadikan festival agenda nasional.

Kalau sudah nasional artinya bukan hanya Bogor akan tetapi pemerintah Jawa Barat akan memperomosikan acara ini menjadi acara perhelatan nasional hingga internasional sekali lagi selamat kepada kang Bima dan seluruh jajaran kita dukung acara yang mempersatukan kita dengan semangat ke Indonesian,” paparnya.

Semakin bangganya dua pantun dibuat dalam waktu singkat di Utarakan kang Emil diantaranya ” Kerak telor di goreng dadakan harganya lima ratusan, Jika Bogor ingin di depan Pancasila harus dipertahankan. Beli pepaya dihari Selasa pulang kantor ke pasar raya kota budaya jaga pancasila dari Bogor untuk Indonesia,” pungkasnya. (Nick)

Berita Terkait

Berikan Komentar