Jenal Mutaqin Tinjau Revitalisasi SDN Pakuan, Tambah 5 RKB untuk Kurangi Kelas Siang

Mediabogor.co, BOGOR – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, meninjau langsung pelaksanaan revitalisasi dan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) di SDN Pakuan, Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Kamis (11/6/2026). Peninjauan tersebut dilakukan dalam rangka Pra Construction Meeting (PCM) bersama pelaksana proyek, konsultan perencana, pengawas, pihak sekolah, Dinas Pendidikan, serta bidang aset.

Dalam kesempatan itu, Jenal Mutaqin mengatakan PCM menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh pihak memahami aspek teknis pekerjaan sebelum proyek dimulai. Hal tersebut dilakukan agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas belajar mengajar yang masih berlangsung di lingkungan sekolah.

“Ini adalah persiapan renovasi sekaligus penambahan ruang kelas baru di SDN Pakuan. Usulan ini sebenarnya sudah diajukan sejak tahun 2023 saat saya masih menjadi Wakil Ketua DPRD. Karena keterbatasan lahan, solusi yang paling memungkinkan adalah pembangunan ruang kelas secara vertikal atau ditingkatkan ke atas,” ujar Jenal.

Menurutnya, sosialisasi kepada seluruh pihak sangat penting karena selama proses pembangunan para siswa masih akan menggunakan ruang kelas yang berada di sekitar area proyek. Oleh sebab itu, aspek keamanan, pengaturan material, hingga mobilisasi pekerjaan harus direncanakan secara matang.

“Tadi pelaksana sudah menjelaskan teknis pekerjaan di lapangan, sehingga ke depan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Anak-anak masih bersekolah di lokasi yang sama, sehingga aspek keamanan harus benar-benar menjadi perhatian,” katanya.

Jenal menjelaskan, penambahan lima ruang kelas baru di SDN Pakuan diharapkan mampu mengurangi jumlah siswa yang masih harus mengikuti kegiatan belajar pada siang hari. Dengan bertambahnya ruang belajar, sistem pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan nyaman bagi siswa.

“Dengan tambahan lima RKB ini, jumlah siswa yang masuk siang akan berkurang. Harapannya proses penerimaan materi pendidikan menjadi lebih optimal dan produktif,” jelasnya.

Ia juga memberikan sejumlah pesan kepada pihak pelaksana proyek agar mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, terutama terkait keselamatan kerja dan kualitas bangunan.

“BPJS tenaga kerja sudah harus dipastikan selesai. Kemudian keselamatan dan kesehatan kerja (K3) wajib diterapkan dan tidak boleh diabaikan. Tadi pihak pelaksana juga sudah memastikan seluruh pekerja menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai SOP,” tegasnya.

Selain itu, Jenal mengingatkan agar seluruh spesifikasi material yang digunakan sesuai dengan perencanaan dan standar teknis yang telah ditetapkan. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan pengawasan ketat selama proses pembangunan berlangsung.

“Kalau tidak sesuai spesifikasi tentu ada sanksi yang sudah diatur dalam kontrak pengadaan barang dan jasa. Mulai dari sanksi administratif, keterlambatan pekerjaan, ketidaksesuaian spesifikasi, hingga konsekuensi hukum apabila ditemukan pelanggaran. Saya mengingatkan kepada pihak ketiga agar bekerja profesional dan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Revitalisasi SDN Pakuan ditargetkan rampung dalam waktu 180 hari kalender atau sekitar enam bulan, sehingga seluruh pekerjaan dapat selesai pada Desember 2026 tanpa melalui tahap lanjutan pada tahun berikutnya.

Sementara itu, Kepala SDN Pakuan, Joko Hadiarso, mengatakan kebutuhan ruang kelas baru sudah menjadi kebutuhan mendesak sejak beberapa tahun terakhir karena jumlah ruang belajar yang tersedia tidak lagi mampu menampung seluruh rombongan belajar (rombel).

“Pengajuan RKB sudah kami lakukan sejak tahun 2023 dan alhamdulillah tahun 2026 ini dapat direalisasikan. Tujuan utamanya agar siswa tidak lagi pulang terlalu sore karena keterbatasan ruang kelas,” katanya.

Ia menjelaskan saat ini SDN Pakuan memiliki 11 ruangan, namun satu ruangan digunakan sebagai ruang guru sehingga hanya tersedia 10 ruang belajar. Sementara jumlah rombongan belajar mencapai 18 rombel dari kelas 1 hingga kelas 6.

“Dengan kondisi saat ini ruang kelas masih kurang. Setelah pembangunan selesai nanti jumlah ruang kelas menjadi 14 ruangan. Satu ruangan digunakan untuk ruang guru sehingga tersedia 13 ruang belajar. Dengan begitu siswa bisa pulang sekitar pukul 15.00, sementara saat ini masih ada yang pulang hingga pukul 16.30,” ungkapnya.

Joko menegaskan pihak sekolah akan terus melakukan pengawasan dan koordinasi selama proses pembangunan berlangsung agar proyek berjalan sesuai rencana dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Di lokasi yang sama, Direktur CV Prakarsa Adhikari Semesta, Maswi Haris, menjelaskan bahwa pekerjaan revitalisasi meliputi pembongkaran bangunan eksisting dan pembangunan gedung baru dua lantai.

“Durasi pekerjaan selama 180 hari kalender atau enam bulan. Bangunan lama akan dibongkar dan dibangun kembali menjadi gedung dua lantai. Dari yang sebelumnya tiga ruang kelas akan menjadi empat rombel per lantai sehingga total nantinya ada delapan ruang,” jelasnya.

Menurut Maswi, pihaknya telah berkoordinasi dengan sekolah untuk memastikan area proyek tidak dapat diakses oleh siswa selama pekerjaan berlangsung.

“Area pembangunan akan ditutup agar siswa tidak masuk ke lokasi proyek. Kami berkomitmen menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, tepat mutu, serta mematuhi standar K3. Semua pekerjaan akan dilaksanakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), bukan sekadar membangun tetapi memastikan kualitas bangunan pendidikan yang baik,” katanya.

Ia menambahkan jumlah pekerja akan disesuaikan dengan tahapan pekerjaan. Pada tahap awal pembongkaran, sekitar 10 pekerja diterjunkan untuk menangani material bangunan yang nantinya akan dicatat sebagai aset dan diserahkan kembali kepada bagian aset Pemerintah Kota Bogor.

Adapun proyek revitalisasi dan penambahan ruang kelas baru SDN Pakuan ini menelan anggaran sebesar Rp2.014.597.783 yang bersumber dari APBD Kota Bogor Tahun Anggaran 2026.

Berita Terkait

Berikan Komentar