Istri Terduga Teroris Dikenal Pendiam
mediabogor.com, Bogor – Istri dari terduga teroris yang tinggal di Kampung Tegal Sapi Rt 01 Rw 06, Desa Sukaluyu, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, ternyata diketahui baru tinggal enam hari di rumah kontrakan milik Anang Rosadi. Hal itu diungkapkan oleh salah seorang tetangganya bernama Encep Aji saat mediabogor.com mengunjungi ke tempat kejadian perkara (TKP) malam hari, Selasa (30/5).
“Saat datang pertama kali tuh malam hari pak, cuman saat itu saya ga merhatiin waktu pindah – pindah maupun nurunin barang – barang karena saat itu, saya lagi kerja ngajait sepatu,” ujar Encep
Selain itu, masih kata Encep, mengungkapkan, bahwa tetangga tersebut yang diduga teroris, selama mengontrak tidak pernah bersosialisi atau berkomunikasi dengan warga.
“Orang ya pendiam, tidak pernah bersosialisasi kepada warga,” ucapnya.
Sementara, Anak pemilik Kontrakan Hidayat menuturkan, H (inisial,red) ini mengisi rumah kontrakan pada hari Rabu, malam kamis.
“Saat itu pada hari minggu Istrinya (berinisial H,red) berkomunikasi dengan bapak saya, dia ngasih uang, pertama ngasih duit Rp 1.550. 000 keduanya dia bayar lagi 650 dari totalnya Rp 2.500.000 untuk menyewa kontrakan,” paparnya.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Sukaluyu, Sarip Hidayat, mengatakan, H, belum terdaftar di Rt, Rw, maupun Kelurahan.
“Belum pak, belum terdaftar sebagai warga,” kata Kades Sukaluyu, Sarip Hidayat.
Sementara dari Pantuan mediabogor.com, keadaan rumah kontrakan milik Anang Rosandi masih diiberikan garis Police Line, sedangkan para unsur masyarakat bersama Kepala Desa berjaga – jaga didekat rumah kontrakan tersebut.
Sebelumya, pada siang – sore hari Detasemen 88 Khusus Anti Teror mengerebek sebuah rumah kontrakan, yang dimana dalam kontrakan tersebut mengamankan seorang wanita yang diduga istri dari terduga teroris dengan inisial H.
Dalam penggerebekan tersebut Detasemen 88 Khusus Anti Teror mengamankan barang bukti diantaranya buku, pakian dan lain sebagainya yang berkaitan langsung dengan agama islam. (AW).
Berikan Komentar