Inilah Keluhan Para Pedagang di TPS Pasar Leuwiliang Pasca Kebakaran

Mediabogor.com, BOGOR – Usai sudah pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) PD Pasar Tohaga Unit Leuwiliang untuk para pedagang, pasca terjadinya amukan si jago merah pada beberapa bulan yang silam.

TPS yang dibangun sebanyak 766 kios, yang menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Kabupaten Bogor Tahun Anggaran (TA) 2023, dengan nilai Rp. 4.4 Milyar.

Hal tersebut diungkapkan Sunandar SH. Sekretaris Forum Pedagang Korban Kebakaran Pasar Leuwiliang (FPKKPL), Selasaa 09Januari 2024, kepada Media bogor.co.

“Untuk saat ini tps ini sudah di bangun oleh pemerintah sebanyak 766 buah kios, memang sementara ini tps itu adalah menampung korban kebakaran, secara keseluruhan mereka yang berjualan di sini adalah mereka yang kemarin tempat jualnya terbakar,” katanya.

Sunadar mengakui, setelah terjadinya peristiwa kebakaran Pasar Leuwiliang, beberapa waktu yang lalu, pihak nya baru sekali menghadap kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dis Dagin) Kabupaten Bogor.

“Setelah kebakaan hari ke 5, kami para pedagang korban kebakaran langsung menghadap ke dinas dan diterima oleh dinas dengan baik dan sekarang sudah realisasi pembangunan tps. Tahun ini merupakan tahun politik, yang pastinya pasar ini akan di bangun, kami berharap dapat direncanakan dengan matang,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Sunandar selain mengungkapkan rasa syukurnya, atas terselesaikanya pembangunan kios untuk pedang korban kebakaran Pasar Leuwiliang, sekaligus juga menyatakan kecewa dengan hasil pekerjaannya.

“Alhamdulillah, sekarang ini sudah mulai para pedagang untuk mengisi lapaknya masing-masing, walau pun masih ada yang melakukan pembuatan buat meja atau merapikan lapaknya.

Akan tetapi kami sangat menyayangkan rolling doornya belum ideal, untuk menyimpan barang-barang didalamnya, dikarenakan di atasnya sama sekali tidak di tutup. Yang akan berkemungkinan mempermudah tangan-tangan orang jahil untuk mengambil barang-barang yang ada di dalamnya,” ujar Sunandar.

Selain soal rolling door yang tidak ada penutup atasnya (cover box) Sunandar mengeluhkan tentang adanya pasokan listrik yang minim.

“Untuk mensiasati penutup atas rolling door, kami para pedagang berinisiatif untuk menutup sendiri dan satu lagi kami juga berharap untuk listrik mohon di tambah oleh pemerintah. Karena untuk meteran yang ada hanya satu buah, kapasitasnya 900 watt, sehingga tidak bisa menampung listrik untuk banyak nya kios yang ada di pasar ini,” pungkasnya. (Ipay).

Berita Terkait

Berikan Komentar