HTI Kota Bogor Tolak Sertifikasi khatib Terhadap Ulama

Mediabogor.com, Bogor – Rencana Sertifikasi Khatib oleh Kementerian Agama mendapat penolakan dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Cabang Kota Bogor. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia ustadz Muhammad Irfan pada acara Multaqo Ulama bersama Hizbut Tahrir Indonesia yang diselenggarakan Gedung Dakwah DPD II HTI Kota Bogor Jalan KS Tubun No 19, Warung Jambu, Kota Bogor.

Menurut Ketua DPP Hizbut Tahrir II Kota Bogor Muhammad Irfan, Sertifikasi Khatib adalah bentuk sikap otoriter pemerintah negeri ini yang anti kritik dengan maksud membungkam mereka yang kritis khususnya dari kalangan para ulama Islam. Sertifikasi Khatib adalah wujud dari sekularisasi, dimana syariat Islam dibatasi hanya seputar masalah akhlaq, ritual ibadah dan amalan yang bersifat individu semata. Adapun dakwah syariah islam yang nyata adalah juga sebuah ideologi, berkaitan dengan system ekonomi, politik, akan dihilangkan dari kesadaran umat. “Padahal dakwah sebagai manifestasi amar ma’ruf nahi munkar, merupakan salah satu kewajiban paling mulia dalam Islam,” ujarnya kepada mediabogor, Minggu (25/17).

Pada acara tersebut, para ulama yang hadir bersepakat MENOLAK rencana sertifikasi da’I dan Khotib karena sangat berbahaya bagi kemaslahatan negeri ini khususnya. Hal ini akan mematikan daya kritis berfikir umat atas berbagai permasalahan yang sedang melanda tanpa mereka sadari dan bagaimana seharusnya syariah Islam mengaturnya. (IY).

Berita Terkait

Berikan Komentar