Heboh Foto Pembantaian Tentara Biksu Myanmar Oleh Militan Muslim Rohingya, Itu Hoax, Ini Penjelasannya
Mediabogor.com, News – Ketegangan di Myanmar saat ini yang menimpa Warga Muslim Rohingya, betul – betul menarik perhatian. Hingga belum lama ini beredar sebuah foto yang mengambarkan tewasnya beberapa tentara Budha Myanmar ditangan mlitan warga Rohingya. Setelah tim mediabogor.com mencoba telusuri, ternyata foto tersebut merupakan foto lama yang diambil beberapa bulan lalu, bahkan ada yang berasal dari tahun 2016.
Hal ini diketahui dari beberapa situs yang memberitakan terkait “Rohingya Angkat Senjata Hadapi Myanmar” seperti yang ditulis oleh laman tempo.co.
Berita Terkait :HEBAT, SAAT BENCANA 2015 MUSLIM ROHINGYA BERI BANTUAN PADA BIKSU MYANMAR, LALU INIKAH BALASANNYA?
Diberitakan, Kaum minoritas muslim Rohingya tak lagi berdiam diri. Lewat kelompok bernama Harakah al-Yaqin, sebagian dari mereka kini memilih berdiri dan angkat senjata melawan pemerintah Myanmar, yang telah berpuluh tahun menindas penduduk Rohingya.
“Orang-orang kami telah dianiaya selama 50–60 tahun. Ini membuat para gerilyawan mendulang dukungan,” kata Rahim, seorang guru dari Desa Dar Gyi Zar di utara Maungdaw, Rakhine, seperti dikutip Reuters kemarin. Rahim termasuk di antara 70 ribu orang Rohingya yang terpaksa kabur ke Bangladesh selepas insiden berdarah Oktober lalu.
Berita terkait :BIKSU WIRATHU:MUSLIM ROHINGNYA ADALAH ANJING GILA
Adapun dari sumber lain mengatakan, Sedikitnya 12 orang tewas di tengah pertempuran yang sedang berlangsung di Negara bagian Shan sejak Ahad, ketika sebuah aliansi empat kelompok bersenjata dan mujahidin Muslim Rohingya menyerang pos-pos pemeriksaan militer Myanmar, kantor polisi dan Zona Perdagangan ke-105 Mil di kabupaten Muse, Anadolu Agency melaporkan Kamis (24/11/2016).
Lebih dari 33.000 orang di daerah tersebut melarikan diri ke kota Muse untuk menghindar dari pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok bersenjata serta pejuang Islam, menurut pemerintah Kamis.
Kelompok-kelompok yang terlibat dalam bentrokan tidak mendaftar ke Perjanjian Gencatan Senjata Nasional (Nationwide Ceasefire Agreement-NCA) yang disponsori pemerintah tahun lalu.
Melihat hal ini, sejatinya kita harus bijak dalam menyebarkan sebuah info, terlebih menyangkut masalah kenegaraan dan keyakinan. (Rangga)
Sumber:Tempo.co / riaugreen.com
Berikan Komentar