Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global, Badan Pangan Nasional Gelar Pertemuan dengan 10 Negara Asean

Mediabogor.co, BOGOR –   Ancaman krisis pangan dan meningkatnya kemiskinan, sebagai dampak dari berbagai tantangan seperti pandemi, perubahan iklim, bencana alam hingga perang  menuntut komitmen setiap negara anggota ASEAN untuk saling bergandengan tangan dalam membangun ketahanan pangan bersama, Rabu (07/06/2023).

Menanggapi ancaman tersebut, Badan Pangan Nasional menggelar pertemuan dengan sepuluh negara yang ada di Asean. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi dari ancaman tersebut.
“Kita perlu mengambil tindakan nyata untuk mengatasi ancaman krisis pangan global, termasuk risiko dan guncangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap sistem pangan. Karena itu penting untuk memastikan stabilitas ketersediaan pangan, aksesibilitas dan pemanfaatan pangan di kawasan.” terang Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) .
Hal ini selaras dengan Presiden Joko Widodo saat membuka KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, Rabu (10/5/2023) yang menegaskan bahwa ASEAN harus makin memperkuat integrasi ekonominya, mempererat kerja sama inklusi, dan memperkokoh arsitektur kesehatan, pangan, energi, dan stabilitas keuangan.
Karena itu, Arief mengatakan, salah satu fokus utama Keketuaan ASEAN 2023 adalah memastikan ketahanan pangan dan gizi tetap terjaga di kawasan.
“Saya yakin salah satu cara ASEAN dapat merespon dinamika ketahanan pangan dan gizi adalah menguatkan komitmen negara-negara anggota ASEAN melalui ASEAN Leaders’ Declaration on Food Security.” ujarnya.
Kata dia, deklarasi ini merupakan upaya untuk membangun mekanisme dan menyatukan peran semua badan sektoral terkait di ASEAN, meliputi sektor pertanian, perdagangan, keuangan, dan transportasi untuk memperkuat ketahanan pangan dan gizi. ASEAN Leaders’s Declaration ini dibahas dalam pertemuan AFSRB dan akan disepakati oleh para pemimpin ASEAN pada KTT ASEAN bulan September 2023 mendatang.
Pertemuan AFSRB ke-43 ini dihadiri oleh perwakilan seluruh negara anggota ASEAN, Sekretariat ASEAN, Sekretariat AFSRB, Sekretariat APTERR (ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve), dan Sekretariat AFSIS (ASEAN Food Security Information System). Adapun Delegasi Republik Indonesia terdiri dari Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, Kementerian Luar Negeri, serta beberapa pakar pangan dan pertanian. (Yusril)

Berita Terkait

Berikan Komentar