Gas Elpiji 3 Kg Sempat Langka, Ini Penjelasan Disperindag Kota Bogor

mediabogor.com, Bogor – Menanggapi kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor melakukan inpeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah restoran yang berada Jalan Pandu Raya, Kecamatan Bogor Utara. Hasilnya, Dalam sidak tersebut Disperindag menemukan belasan tabung tiga kilogram yang ditukar menjadi  tabung berukuran lima kilogram.
yang digunakan oleh pihak restoran.

Kepala Dinas Diaperindag Kota Bogor Achsin Prasetyo mengatakan pihaknya telah  mendapatkan pengaduan dari masyarakat terkait sulitnya gas tiga kilo.

“Saat ini kita memfokuskan untuk memantau peredarannya, kita sisir daerah Bogor Utara, Tadi kita memeriksa beberapa restoran yang di sinyalir menggunakan gas tiga kilo gram di Jalan Pandu Raya,” Ujarnya kepada mediabogor.

Achin menambahkan dalam inspeksi mendadak tersebut pihaknya telah membawa belasan tabung tiga kilogram dari sejumlah resto.

“Tadi ada yang pakai dua ada yang pakai tiga, jadi tiga tabung gas melon kita tukar dengan satu tabug gas lima kilogram,” tuturnya.

Achsin mengatakan bahwa pengusaha restoran sering kali mengatakan alasan yang klasik. Biasanya pemilik restoran mengaku tidak mengetahui peruntukan tabung tersebut.

“Kalau penghasilan di atas Rp 300 juta pertahun dan asetnya ada Rp 50 juta itu harus pakai gas 5 kilo ke atas, dan mereka pengusaha resto biasanya alasan klasik, tapi kan sebenarnya mereka pakai gas tiga kilogram untuk menekan ongkos oprasional, jadi lebih untung,” ucapnya.

Selain itu juga, Lanjut Achsin,  Pihaknya akan melakukan peninjauan kepada agen yang menjual gas tiga kilo agar tidak menjualnya kepada pengusaha besar. “Saya juga menghimbau juga para penjual gas agar tidak sembarang jual apalagi menjual kepada pengusaha – pengusaha seperti restoran dan lain sebagainya,” pungkasnya. (AW).

Berita Terkait

Berikan Komentar