
Fetty Anggraenidini Serap Aspirasi Warga Cikaret, Banjir Tahunan hingga Kekurangan 1.100 Rutilahu Jadi Sorotan
Mediabogor.co, BOGOR – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi VI, Fetty Anggraenidini, melaksanakan kegiatan Penyelenggaraan Pengawasan Pemerintahan di Aula Kantor Kelurahan Cikaret, Kota Bogor. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan permasalahan yang selama ini dihadapi warga.
Dalam pertemuan tersebut, Fetty menerima sejumlah aspirasi yang dinilai menjadi prioritas dan perlu segera didorong penyelesaiannya melalui koordinasi dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Salah satu persoalan utama yang disampaikan warga adalah banjir lintasan yang kerap terjadi di Jalan Ahmad Yusuf. Banjir tersebut telah menjadi masalah tahunan yang berdampak luas terhadap masyarakat Kelurahan Cikaret.
“Dari 12 RW yang ada di Kelurahan Cikaret, sebanyak 10 RW terdampak banjir lintasan. Artinya hanya dua RW yang tidak terkena dampak banjir,” ungkap Fetty kepada wartawan, Rabu 10 Juni 2026.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah mulai melakukan koordinasi untuk melakukan pengalihan jalur aliran air sebagai salah satu solusi penanganan banjir. Namun, proses tersebut tidak mudah dan membutuhkan berbagai tahapan serta koordinasi lintas instansi.
“Kami akan mendorong agar persoalan banjir lintasan ini dapat segera ditangani melalui pengalihan jalur yang tepat sehingga dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalisasi,” katanya.
Fetty menjelaskan, banjir lintasan tersebut diduga terjadi akibat perubahan fungsi lahan pertanian yang dikelola oleh salah satu perusahaan. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air berubah dan menimbulkan genangan yang setiap tahun merugikan warga.
Selain persoalan banjir, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Berdasarkan data yang disampaikan, Kelurahan Cikaret masih membutuhkan sekitar 1.500 unit bantuan Rutilahu.
“Saat ini yang sudah terealisasi sekitar 400 unit. Artinya masih terdapat kekurangan sekitar 1.100 unit rumah yang membutuhkan bantuan perbaikan,” ujarnya.
Persoalan kesehatan lingkungan juga menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Warga mengeluhkan masih banyaknya limbah rumah tangga yang dibuang langsung ke saluran air, sehingga menimbulkan berbagai persoalan sanitasi dan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, berdasarkan keterangan Lurah Cikaret, kebutuhan sarana sanitasi dasar masih cukup tinggi. Tercatat sekitar 1.000 septic tank masih dibutuhkan oleh warga yang hingga saat ini belum memiliki fasilitas tersebut.
Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, Fetty berkomitmen untuk mendorong berbagai program bantuan dan pembangunan infrastruktur dasar agar kebutuhan masyarakat Kelurahan Cikaret dapat terpenuhi secara bertahap.
Melalui kegiatan pengawasan pemerintahan tersebut, Fetty berharap berbagai aspirasi yang disampaikan warga dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan program pembangunan yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat Kelurahan Cikaret.
Berikan Komentar