Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Lakukan Penelitian Infeksi Kecacingan dan Protozoa Usus pada Balita Stunting di Kecamatan Pamijahan Bogor
Mediabogor.co, Bogor – Fakultas Kedokteran Universitas YARSI melaksanakan kegiatan penelitian mengenai infeksi kecacingan dan protozoa usus pada anak balita stunting di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gunung Sari dan Desa Pamijahan dengan melibatkan balita stunting sebagai subjek penelitian.
Kegiatan penelitian tersebut merupakan bagian dari upaya Universitas YARSI untuk memperoleh data ilmiah mengenai keberadaan infeksi parasit usus pada balita stunting serta melihat faktor-faktor yang berkaitan dengan kondisi tersebut.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas YARSI sekaligus Ketua Tim Peneliti, Ambar Hardjanti, S.Si., M.Si., mengatakan bahwa penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya infeksi kecacingan dan protozoa usus pada balita stunting melalui pemeriksaan sampel feses dan anal swab.
“Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai infeksi kecacingan dan protozoa usus pada balita stunting. Pengambilan sampel dilakukan secara langsung di masyarakat dengan tetap memperhatikan prosedur penelitian dan aspek etika penelitian,” ujar Ambar Hardjanti pada Senin (31/08/2026).
Dalam kegiatan tersebut, tim peneliti melakukan pengambilan sampel tinja dan sampel anal swab dari balita yang menjadi subjek penelitian. Sampel tinja digunakan untuk pemeriksaan kemungkinan adanya infeksi kecacingan maupun protozoa usus, sedangkan anal swab dilakukan terutama untuk mendeteksi kemungkinan adanya infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis).
Menurut Ambar, pemeriksaan tersebut penting karena infeksi parasit usus pada anak dapat berlangsung tanpa menunjukkan gejala yang jelas. Apabila terjadi secara berulang atau dalam jangka waktu tertentu, infeksi dapat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan anak, termasuk status gizi dan proses tumbuh kembang.
“Melalui pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang diperoleh, kami berharap dapat memperoleh data yang lebih objektif mengenai kondisi infeksi parasit usus pada balita stunting di wilayah penelitian,” jelasnya.
Kegiatan pengambilan sampel dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat serta dukungan dari perangkat desa dan kader setempat. Tim peneliti juga memberikan penjelasan kepada orang tua atau pendamping anak mengenai tujuan penelitian, proses pengambilan sampel, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan sebagai bagian dari pencegahan infeksi parasit.
Penelitian ini juga menjadi bagian dari kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghasilkan data kesehatan berbasis wilayah. Data yang diperoleh diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah yang bermanfaat untuk memahami permasalahan kesehatan anak, khususnya terkait hubungan antara infeksi parasit usus dan kondisi stunting.
Ambar menambahkan, ” bahwa keterlibatan masyarakat merupakan salah satu aspek penting dalam pelaksanaan penelitian di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Desa Gunung Sari dan Desa Pamijahan, para kader, serta para orang tua yang telah mendukung pelaksanaan penelitian ini. Partisipasi masyarakat sangat penting agar penelitian dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” ungkapnya.
Melalui penelitian tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas YARSI berharap dapat berkontribusi dalam pengembangan pengetahuan mengenai infeksi parasit pada anak, khususnya pada kelompok balita stunting.
“Hasil penelitian selanjutnya diharapkan dapat menjadi salah satu sumber informasi ilmiah dalam upaya meningkatkan perhatian terhadap kesehatan saluran pencernaan, kebersihan lingkungan, serta tumbuh kembang anak di masyarakat.
Kegiatan penelitian di Desa Gunung Sari dan Desa Pamijahan tersebut sekaligus memperkuat komitmen Universitas YARSI dalam mengembangkan penelitian kesehatan yang berbasis pada permasalahan nyata di masyarakat. (Agil).
Berikan Komentar