
Eco-enzyme Puraseda Lestari: Satu Aksi, Banyak Solusi
Mediabogor.co, BOGOR – tim KKNT BOGORKAB42 mengadakan Pelatihan Pembuatan Eco-enzyme, Enzim Puraseda Lestari, bersama ibu-ibu Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Berdasarkan keterangan Harits Abdurrahman Aufa, Ketua tim KKNT BOGORKAB42, kegiatan ini diadakan sebagai upaya pengurangan penumpukan sampah organik di Desa Puraseda.
“Selain mengurangi sampah, hasil eco-enzyme nantinya dapat dimanfaatkan warga Desa Puraseda untuk beberapa keperluan sanitasi, seperti sabun cuci, hand sanitizer, ataupun detoksifikasi” tambah Harits.
Tim KKNT BOGORKAB42 menghadirkan ibu Rachmasari, Ketua Unit Lingkungan Agrianita IPB, bersama Ibu Lusi Susansi, anggota Unit Lingkungan Agrianita IPB sebagai narasumber dalam pelatihan tersebut. Sebelum memulai pelatihan, ibu Rachma dan ibu Lusi terlebih dahulu menyampaikan materi terkait eco-enzyme.
Ada 5 pokok bahasan yang diterangkan yaitu permasalahan sampah organik dan dampaknya terhadap lingkungan, kedua onsep, manfaat, dan potensi pemanfaatan eco-enzyme, ketiga alat, bahan, dan tahapan pembuatan eco-enzyme, keempat teknik penyimpanan dan proses fermentasi yang benar dan terakhir pemanfaatan eco-enzyme dalam kehidupan sehari-hari.
20 peserta ibu-ibu yang dihadir dibagi ke dalam 5 kelompok dan tiap kelompok didampingi anggota tim KKNT BOGORKAB42 untuk demonstrasi. Ibu-ibu Desa Puraseda tampak antusias melakukan demonstrasi yang dicontohkan ibu Rachma dan ibu Lusi.
Tak jarang mereka bertanya lebih banyak lagi mengenai pembuatan, pemanfaatan, dan perawatan dari eco-enyzme yang tengah dibuat. Pun diingatkan untuk memanen hasil eco-enzyme setelah 90 hari.
Acara pun ditutup dengan foto bersama dan hasil demonstrasi disimpan oleh kader PKK.
“Saya merasa senang sekali mendapat kesempatan berbagi ilmu sebagai Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme di Desa Puraseda.
Ibu-ibu yang mengikuti pelatihan menunjukkan semangat untuk belajar membuat eco enzyme. Saya juga sampaikan terimakasih dan apresiasi kepada teman2 mahasiswa KKN-T IPB yang telah menginisiasi kegiatan ini.
Semoga langkah sederhana mengolah limbah organik rumah tangga menjadi eco enzyme dapat menjadi kebiasaan baik yang terus berkembang di masyarakat Semoga eco enzyme yang 90 hari kedepan dapat berhasil di panen dan masyarakat merasakan langsung manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Dan terus berkomitmen untembuat eco enzyme.
Dengan demikian, selain membantu menjaga lingkungan, eco enzyme juga dapat menjadi salah satu cara untuk menekan pengeluaran rumah tangga dan menjaga lingkungan” ungkap ibu Rachmasari, Ketua Unit Lingkungan Agrianita IPB.
Berikan Komentar