DPRD Nilai Masalah Stunting di Kota Bogor Masuk Kategori Sangat Tinggi

DPRD Nilai Masalah Stunting di Kota Bogor Masuk Kategori Sangat Tinggi

Mediabogor.id, BOGOR- Devie Prihartini salah satu anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Kota Bogor menilai masalah stunting di Kota Bogor harus menjadi perhatian utama karena termasuk dalam kategori sangat tinggi. Hal itu berdasarkan hasil studi dafi Balitbang Kesehatan, status gizi balita di Kota Bogor 18,3 persen, artinya 2 dari 10 balita di Kota Bogor mengalami stunting, namun angka tersebut jauh lebih baik dari angka nasional yang masih 3 dari 10 balita mengalami stunting.

“Angka 2 dari10 balita itu masuk dalam kategori yang sangat tinggi artinya dari 100 balita ada 20 yang mengalami stunting berarti 20 persen,” ungkapnya kepada awak media, Selasa (25/02/2020).

Ia mengatakan, seharusnya di Kota-Kota utama termasuk Kota Bogor yang sangat dekat dengan wilayah pemerintah pusat. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga harus memberi alokasi yang lebih terhadap situasi hasil dari studi kementrian Kesehatan RI terkait stunting di Kota Bogor.

“Saya harapkan Kota Bogor dapat menyandang gelar Kota zero stunting. kami menyarankan agar kecamatan dan kelurahan dapat memantau lebih dekat lagi sampai ke kegiatan rutin bulanan posyandu untuk melihat langsung bagaimana kondisi balita peserta posyandu di wilayahnya masing-masing,” harapnya.

Selain itu, kata dia, alokasi supporting untuk kegiatan rutin posyandu di tingkatkan, agar hal tersebut dapat di antisipasi lebih dini apabila terlihat gejala stunting di tengah masyarakat.

Dengan demikian, hal tersebut akan terkait dengan besaran alokasi anggaran dan oleh karena itu, DPRD Kota Bogor memberikan dukungan semaksimal mungkin bilamana pemkot dan jajarannya serius dalam melakukan upaya-upaya yang di anggap penting dan perlu dalam menuntaskan masalah stunting di Kota Bogor.

“Contohnya pemkot dapat mewujudkan komitmen itu dengan menaikan anggaran PMT posyandu, karena bagaimana mungkin masyarakat di tingkat paling bawah bisa terpenuhi gizi kalau anggarannya minim,” imbuhnya. (Nick)

Berita Terkait

Berikan Komentar