DPRD Jabar Dorong Pemkab Mutakhirkan Data Masyarakat Pendatang

Mediabogor.co, BOGOR – Berkurangnya jumlah penduduk Kabupaten Bogor akibat pandemi covid-19, rupanya menjadi sorotan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor, Asep Wahyu Wijaya.

Pria yang akrab disapa AW ini menilai, momen berkurangnya jumlah penduduk Kabupaten Bogor, seharusnya bisa dimanfaatkan pemerintah dalam menyusun kebijakan. Seperti dalam mengatasi jumlah pengangguran di Bumi Tegar Beriman.

“Pengurangan jumlah penduduk ini kan mencapai 500 jiwa, ini tentunya jumlah yang cukup tinggi. Momen ini harusnya dijadikan sebagai ajang validasi data. Seperti data pengangguran, data kemiskinan sampai data untuk bantuan sosial (Bansos),” katanya, Jumat (5/3).

Menurutnya, jika hal tersebut benar dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, kedepannya data tersebut bisa menjadi acuan bagi pemerintah untuk penanganan covid-19.

“Momentum ini harus dimanfaatkan betul oleh pemerintah. Jadi kedepannya, tidak ada lagi bantuan yang tidak tepat sasaran. Atau adanya kekeliruan data kemiskinan dan pengangguran,” bebernya.

Tak hanya itu, momen ini juga dinilai sebagai waktu yang tepat untuk memastikan angka pasti jumlah penduduk Kabupaten Bogor.

“Dari sini kan ketahuan, mana warga pendatang, mana warga yang memang asli Kabupaten Bogor. Saya harap Pemkab Bogor bisa melihat ini sebagai peluang yang baik, untuk memperbaiki data kependudukan yang kerap kali alami perbedaan,” ucapnya.

Tak hanya itu, AW juga meminta kepada Pemkab Bogor untuk kembali menyediakan jaring pengaman sosial, bagi masyarakat Kabupaten Bogor. Mengingat saat ini, bantuan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, belum mampu menyentuh masyarakat secara keseluruhan.

“Saya juga minta agar Bansos bagi masyarakat Kabupaten Bogor kembali dianggarkan. Karena seperti kita ketahui bersama, meski pemerintah pusat dan provinsi menyiapkan bansos, tapi belum semua masyarakat mendapatkannya,” pintanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Seksi Statistik Sosial BPS Kabupaten Bogor, Ujang Jaelani mengatakan, pada 2019, jumlah penduduk Kabupaten Bogor berjumlah 5,9 juta penduduk. Namun pada tahun ini, jumlah tersebut berkurang menjadi 5,4 juta penduduk.

Ujang menilai, pengurangan jumlah penduduk di Kabupaten Bogor pada tahun ini, terjadi lantaran efek pandemi covid-19.

“Kemungkinan karena pandemi covid-19. Jadi banyak warga pendatang di Kabupaten Bogor, yang kembali pulang ke kampung halamannya. Seperti mahasiswa yang sedang kuliah dan baru bekerja,” katanya.

Tak hanya berkurangnya jumlah penduduk, pandemi covid-19 juga membuat angka pengangguran di Kabupaten Bogor meningkat.

Berdasarkan data yang ada pada pihaknya, pada tahun ini, angka pengangguran di Kabupaten Bogor mencapai 14,29 persen, lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya 9,06 persen dari jumlah penduduk.

“Kalo jumlah realnya berarti, jumlah pengangguran Kabupaten Bogor mencapai 390.371 orang, atau 14,29 persen dari jumlah penduduk di Kabupaten Bogor saat ini,” ucapnya.

Selain pengangguran, angka kemiskinan di Kabupaten Bogor juga mengalami peningkatan. Jika pada tahun lalu angka kemiskinan di Kabupaten Bogor berjumlah 6,66 persen dari jumlah penduduk, kini angka kemiskinan menjadi 7,69 persen. Atau sekitar 467.670 orang.

“Jadi karena pandemi covid-19 ini, jumlah penduduk di Kabupaten Bogor berkurang, angka kemiskinan dan angka pengangguran meningkat,” tutupnya. (Wisnu)

Berita Terkait

Berikan Komentar