
Ditengah Tekanan Ekonomi, Pengusaha Muda Bogor Kembangkan Bisnis Ayam Potong hingga Miliki Tiga RPH
Mediabogor.co, BOGOR – Di tengah kondisi ekonomi nasional yang dinilai sedang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari melemahnya nilai tukar rupiah hingga gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor, pengusaha muda asal Bogor, Dadang Sanjaya, justru mampu mempertahankan dan mengembangkan usahanya di bidang ayam potong segar.
Melalui perusahaan yang diberi nama Andalan Bisnis Grup, Dadang Sanjaya atau yang akrab disapa Mang Dudung, berhasil membangun bisnis ayam potong segar yang terus berkembang sejak dirintis pada tahun 2022.
Nama Andalan, yang merupakan singkatan dari Anak Dalam Negeri, menjadi identitas usaha yang kini telah memiliki tiga Rumah Potong Hewan (RPH) dan melayani puluhan mitra di wilayah Bogor hingga Depok.
Perjalanan menuju kesuksesan itu tidak diraih dengan mudah. Dudung mengungkapkan, sebelum terjun ke bisnis ayam potong, dirinya lebih dulu menjalankan usaha mie ayam pangkalan di kawasan Bondongan, Kota Bogor. Seperti kebanyakan pelaku usaha, ia juga pernah merasakan pasang surut dalam menjalankan bisnis.
Namun pada 2022, ia mulai mempelajari usaha ayam potong secara mendalam sebelum akhirnya memutuskan menekuni bidang tersebut secara serius. Keputusan itu terbukti membawa hasil positif hingga bisnisnya terus berkembang.
Terbaru, Dudung meresmikan RPH ketiganya yang berlokasi di Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat (19/6/2026).
“Alhamdulillah, apa yang saya dapatkan sekarang tidak terlepas dari doa seorang ibu dan juga istri, yang dibarengi kerja keras bersama tim dan para mitra kerja. Saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, terutama yang selama ini terus memberikan semangat,” ujar Dudung usai peresmian RPH Bubulak.
Saat ini, tiga RPH yang dimiliki Andalan Bisnis Grup berada di Parakan, Kebun Raya Residence (KRR), dan Bubulak. Dari ketiga fasilitas tersebut, perusahaan mampu memproses pemotongan ayam antara 19 hingga 24 ton per hari.
Khusus RPH Bubulak, kapasitas produksi mencapai 4 hingga 6 ton per hari. Hasil pemotongan kemudian didistribusikan kepada 84 mitra yang tersebar di Kota dan Kabupaten Bogor, bahkan telah merambah ke wilayah Depok.
“RPH kita sekarang sudah ada tiga, yaitu di Parakan, KRR, dan terbaru di Bubulak. Dari ketiga RPH itu kita mampu memproses pemotongan sebanyak 19 sampai 24 ton per hari. Sedangkan khusus di Bubulak sekitar 4 sampai 6 ton per hari yang kemudian disalurkan kepada para mitra kami di Bogor hingga Depok,” jelasnya.
Dalam menjalankan bisnisnya, Dudung juga berupaya memberdayakan masyarakat sekitar. Meski diakuinya pekerjaan di sektor pemotongan ayam memiliki tantangan tersendiri karena dilakukan pada malam hari dan membutuhkan keterampilan khusus, ia tetap berkomitmen melibatkan warga setempat sebagai tenaga kerja.
“Kami berharap sekitar 70 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat sekitar, meskipun memang pekerjaan ini membutuhkan keahlian khusus dan tidak semua orang bisa langsung terlibat,” katanya.
Selain fokus pada pengembangan usaha, Dudung juga menanamkan nilai sosial dalam setiap langkah bisnisnya. Sebagai bentuk rasa syukur atas perkembangan usahanya, ia rutin berbagi dengan masyarakat, khususnya anak-anak yatim.
Kegiatan santunan kepada anak yatim juga menjadi bagian dari rangkaian peresmian RPH Bubulak.
“Sebagai bentuk syukur kami tentunya dengan berbagi kebahagiaan bersama anak yatim. Itu menjadi fondasi kami dalam membangun usaha ini,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Rusli Prihatevy, yang turut hadir dalam peresmian RPH Bubulak memberikan apresiasi atas keberhasilan Dudung membangun usaha dari nol hingga berkembang pesat seperti saat ini.
Menurut Rusli, keberadaan RPH baru tersebut tidak hanya memperkuat sektor usaha lokal, tetapi juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat sekitar.
“Tentu kami di DPRD Kota Bogor sangat mengapresiasi dan bangga melihat tokoh muda yang semangat menjalankan usaha hingga berhasil seperti sekarang. Ini bisa menjadi contoh dan motivasi bagi masyarakat lain untuk terus berjuang dan mengembangkan usahanya,” ujar Rusli.
Ia menambahkan, membangun sebuah usaha membutuhkan dedikasi, kerja keras, serta kemampuan untuk bertahan menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, perjalanan yang dilalui Dudung menjadi bukti bahwa kegigihan dapat menghasilkan kesuksesan.
“Saya tahu betul perjalanan Kang Dudung yang dimulai dari nol. Dengan kegigihan dan dedikasi yang tinggi, akhirnya mampu membuahkan hasil yang maksimal seperti yang dicapainya saat ini. Ini menjadi inspirasi bagi warga Bogor,” pungkasnya.
Berikan Komentar