
Dirjen Pendis Sebut Talent Mapping MTsN 3 Bogor Layak Dicontoh Madrasah Lain
Mediabogor.co, BOGOR – Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Amien Suyitno, menilai sistem talent mapping atau pemetaan bakat yang diterapkan MTsN 3 Bogor layak menjadi contoh bagi madrasah lain di Indonesia.
Penilaian itu disampaikan saat Amien mengunjungi MTsN 3 Bogor, Kecamatan Cibinong, Rabu (29/7/2026). Ia melihat pembinaan siswa dilakukan secara terstruktur sejak awal masuk sekolah.
Setiap peserta didik dipetakan berdasarkan potensi, minat, dan bakatnya. Setelah itu, siswa mendapatkan pendampingan sesuai kemampuan masing-masing.
“Madrasah ini menurut saya sangat luar biasa. Banyak alumninya diterima di sekolah-sekolah unggulan, dan sistemnya sangat sistemik. Anak-anak dipetakan sejak dini, diberikan pendampingan sesuai talentanya. Ini bisa menjadi inspirasi sekaligus role model bagi madrasah lain,” ujar Prof. Amien, Rabu (29/07/2026).
Amien mengatakan, keberhasilan tersebut tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Menurutnya, peran guru Bimbingan Konseling (BK) juga sangat penting dalam mengarahkan potensi siswa.
“Kuncinya adalah membuat talent pool sejak awal, kemudian dilakukan pendampingan secara berkelanjutan. Guru BK memiliki peran yang sangat strategis agar setiap anak bisa berkembang sesuai potensinya,” katanya.
Kepala MTsN 3 Bogor, Hilman, menjelaskan program talent mapping telah diterapkan selama tiga tahun terakhir. Pemetaan dilakukan bahkan sebelum siswa memulai kegiatan belajar.
“Jadi kami tidak asal membina. Kami lihat dulu kemampuan anak, cita-citanya, dukungan orang tua, lalu kami dampingi. Kalau ada anak berbakat di olahraga, seni, atau bidang lain, kami arahkan agar potensinya berkembang. Jangan sampai anak minder karena bakatnya tidak diperhatikan,” jelas Hilman.
Menurut Hilman, sistem tersebut telah membuahkan hasil. Banyak lulusan MTsN 3 Bogor diterima di sekolah unggulan, seperti Taruna Nusantara, MAN Insan Cendekia Serpong, hingga SMK Analisis Kimia Bogor (Smakbo).
Selain mendampingi siswa, pihak sekolah juga melibatkan orang tua dalam proses penentuan sekolah lanjutan. Pendampingan dilakukan agar orang tua dan siswa dapat menentukan pilihan pendidikan secara lebih terarah.
“Kami kumpulkan orang tua, kami dampingi sejak awal, kami ajak berdiskusi sehingga mereka tidak kebingungan saat menentukan pilihan sekolah anak,” ujarnya.
Selain program talent mapping, MTsN 3 Bogor juga menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai penguatan Kurikulum Merdeka yang menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.
Berikan Komentar